Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Trump Picu Melambatnya Industri Manufaktur dan Lonjakan Biaya Produksi

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
03 Mar 2025
225 dibaca
1 menit
Tarif Trump Picu Melambatnya Industri Manufaktur dan Lonjakan Biaya Produksi

AI summary

Sektor manufaktur mengalami perlambatan aktivitas dan kontraksi dalam pekerjaan.
Kebijakan tarif Donald Trump berdampak negatif pada biaya dan permintaan di sektor manufaktur.
Indeks harga yang dibayar menunjukkan potensi kenaikan inflasi di masa depan.
Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktivitas di sektor manufaktur melambat pada bulan Februari, sementara biaya meningkat dan jumlah pekerja berkurang. Indeks PMI manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) mencatat angka 50,3, turun dari 50,9 pada bulan Januari dan di bawah ekspektasi ekonom yang memprediksi 50,7. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Selain itu, indeks harga yang dibayar melonjak menjadi 62,4, tertinggi sejak Juli 2022, menunjukkan bahwa biaya perusahaan terus meningkat.Ketua ISM, Timothy Fiore, menjelaskan bahwa kebijakan tarif Presiden Donald Trump, seperti tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berkontribusi pada kenaikan harga dan mengurangi pesanan baru dari bisnis. Jika tarif yang diusulkan untuk Meksiko dan Kanada diterapkan, situasi ini diperkirakan akan semakin memburuk. Ekonom dari Capital Economics, Thomas Ryan, juga menyatakan bahwa data ISM mendukung pandangan bahwa inflasi akan meningkat di paruh kedua tahun ini. Penurunan indeks manufaktur dan nada negatif dari laporan ini menambah kekhawatiran bahwa ekonomi mungkin mengalami penurunan yang tiba-tiba.

Experts Analysis

Timothy Fiore
Tarif impor menyebabkan lonjakan biaya harga yang menekan pesanan baru dan rencana perekrutan, memperburuk kondisi manufaktur.
Thomas Ryan
Data ISM memperkuat pandangan akan resurgensi inflasi inti yang didorong oleh barang pada paruh kedua tahun ini, memperparah ketidakpastian ekonomi.
Editorial Note
Kebijakan tarif ini tampak bersifat kontraproduktif dalam jangka menengah karena menyebabkan biaya input naik secara signifikan, yang melemahkan daya saing manufaktur domestik. Jika pemerintah tidak menyesuaikan strateginya, sektor manufaktur akan terus kehilangan tenaga kerja dan berkontribusi pada perlambatan ekonomi yang lebih luas.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.