Pasar Tenaga Kerja AS Menghadapi Ketidakpastian dengan Ancaman Tarif dan Pemangkasan Pegawai
Bisnis
Ekonomi Makro
02 Mar 2025
32 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Lapangan kerja di AS menunjukkan pertumbuhan moderat meskipun ada pemotongan anggaran pemerintah.
Kebijakan tarif yang direncanakan dapat menambah ketidakpastian di pasar.
Sentimen konsumen terhadap perekonomian semakin menurun, yang dapat mempengaruhi belanja dan pertumbuhan ekonomi.
Pada bulan Februari, diperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan di AS menambah sekitar 160.000 pekerjaan, sedikit lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi masih lebih rendah dibandingkan bulan-bulan terakhir tahun 2024. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di angka 4%. Laporan pekerjaan ini akan memberikan informasi penting bagi pejabat Federal Reserve mengenai kondisi pasar tenaga kerja, yang sebelumnya menjadi dukungan utama bagi pengeluaran rumah tangga dan ekonomi. Namun, adanya pemotongan anggaran pemerintah dan kebijakan baru dari pemerintahan Trump dapat meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan ekonomi.
Di Kanada, pemerintah berusaha untuk menghindari tarif yang direncanakan oleh Trump terhadap barang-barang Kanada. Sementara itu, di Eropa, inflasi diperkirakan melambat, dan bank sentral akan mengurangi suku bunga. Di Asia, banyak data ekonomi akan dirilis, termasuk aktivitas pabrik dan inflasi, yang akan memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi di kawasan tersebut. Di Amerika Latin, Brasil dan Argentina merayakan liburan Carnival, sementara Meksiko berusaha menghindari tarif dari AS dengan menawarkan solusi untuk masalah perdagangan.
Analisis Ahli
Jerome Powell
Menekankan pentingnya memantau data tenaga kerja dan inflasi secara hati-hati sebelum mengambil keputusan terkait suku bunga.Anna Wong
Mengamati sentimen yang melemah dan revisi penurunan proyeksi pertumbuhan GDP dapat memicu kekhawatiran pasar yang lebih besar tentang 'ketahanan' ekonomi AS.Christine Lagarde
Mempertimbangkan perlunya kebijakan moneter yang seimbang di tengah perlambatan inflasi di zona euro sambil memperhatikan risiko eksternal dari kebijakan AS.