Ekonomi China Bangkit: Manufaktur Membaik di Tengah Tekanan Tarif AS
Bisnis
Ekonomi Makro
01 Mar 2025
18 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Aktivitas manufaktur Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan PMI yang meningkat.
Kebijakan stimulus pemerintah Tiongkok diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.
Tarif tambahan dari AS dapat mempengaruhi permintaan domestik dan ekspor Tiongkok.
Aktivitas manufaktur di China mengalami peningkatan pada bulan Februari, menurut survei resmi yang dirilis pada hari Sabtu. Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi mencapai 50,2, yang merupakan angka tertinggi dalam tiga bulan, dibandingkan dengan 49,1 pada bulan Januari. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, dan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah stimulus dari pemerintah China mulai memberikan dampak positif pada pemulihan ekonomi yang tidak merata. Meskipun ekonomi China mencapai target pertumbuhan sekitar 5% untuk tahun 2024, ada kekhawatiran tentang permintaan yang lambat dan pengaruh tarif perdagangan yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah China diharapkan akan mengumumkan langkah-langkah stimulus baru pada pertemuan tahunan parlemen yang dimulai pada 5 Maret. Selain itu, ada harapan untuk mendukung sektor properti yang sedang kesulitan dan membantu pengembang lokal yang berutang. Mendorong konsumen di China untuk lebih banyak berbelanja dapat mengurangi dampak dari tarif yang dikenakan oleh AS. Data dari sektor swasta, yaitu Caixin PMI, juga diperkirakan akan menunjukkan peningkatan.
Analisis Ahli
Nicholas Lardy
Stimulus fiskal dan pelonggaran moneter Beijing memang mampu menopang ekonomi dalam jangka pendek, namun ketegangan perdagangan yang berkelanjutan dapat menahan pemulihan investasi dan ekspor China.Eswar Prasad
Pemulihan manufaktur adalah tanda positif, namun tekanan dari tarif AS dan ketidakpastian global membuat pertumbuhan ekonomi China akan sulit untuk konsisten tanpa reformasi struktural yang lebih dalam.