AI summary
Aktivitas manufaktur Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan PMI yang meningkat. Kebijakan stimulus pemerintah Tiongkok diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Tarif tambahan dari AS dapat mempengaruhi permintaan domestik dan ekspor Tiongkok. Aktivitas manufaktur di China mengalami peningkatan pada bulan Februari, menurut survei resmi yang dirilis pada hari Sabtu. Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi mencapai 50,2, yang merupakan angka tertinggi dalam tiga bulan, dibandingkan dengan 49,1 pada bulan Januari. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, dan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah stimulus dari pemerintah China mulai memberikan dampak positif pada pemulihan ekonomi yang tidak merata. Meskipun ekonomi China mencapai target pertumbuhan sekitar 5% untuk tahun 2024, ada kekhawatiran tentang permintaan yang lambat dan pengaruh tarif perdagangan yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump.Pemerintah China diharapkan akan mengumumkan langkah-langkah stimulus baru pada pertemuan tahunan parlemen yang dimulai pada 5 Maret. Selain itu, ada harapan untuk mendukung sektor properti yang sedang kesulitan dan membantu pengembang lokal yang berutang. Mendorong konsumen di China untuk lebih banyak berbelanja dapat mengurangi dampak dari tarif yang dikenakan oleh AS. Data dari sektor swasta, yaitu Caixin PMI, juga diperkirakan akan menunjukkan peningkatan.
Langkah stimulus pemerintah China penting untuk meredam tekanan eksternal dan memperbaiki konsumsi domestik yang masih lemah, namun keberhasilannya akan sangat tergantung pada seberapa cepat permintaan dalam negeri benar-benar pulih. Jika konsumsi tidak segera tumbuh, China masih akan menghadapi risiko pertumbuhan ekonomi yang stagnan, terutama di tengah eskalasi perang dagang dengan AS.