Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Manufaktur China Kembali Ekspansi Didukung Stimulus di Tengah Tekanan Tarif AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
01 Mar 2025
128 dibaca
1 menit
Manufaktur China Kembali Ekspansi Didukung Stimulus di Tengah Tekanan Tarif AS

Rangkuman 15 Detik

Aktivitas manufaktur Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan PMI di atas 50.
Tiongkok menghadapi tantangan dalam menghidupkan kembali permintaan domestik dan mengatasi pengangguran.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS dapat mempengaruhi ekonomi Tiongkok dan kebijakan stimulus yang diambil.
Aktivitas manufaktur di China mengalami peningkatan pada bulan Februari, menurut survei resmi. Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi mencapai 50,2, yang merupakan angka tertinggi dalam tiga bulan, dibandingkan dengan 49,1 pada bulan Januari. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, dan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah stimulus dari pemerintah China mulai membantu pemulihan ekonomi yang tidak merata. Meskipun ekonomi China mencapai target pertumbuhan sekitar 5% untuk tahun 2024, ada kekhawatiran tentang permintaan yang lambat dan tingginya angka pengangguran. Pemerintah China diharapkan akan melanjutkan target pertumbuhan yang sama tahun ini dan mengumumkan langkah-langkah stimulus baru pada pertemuan tahunan parlemen yang dimulai pada 5 Maret. Selain itu, dukungan untuk sektor properti yang sedang kesulitan dan pengembang lokal yang berutang juga mungkin akan diumumkan. Para analis memperkirakan bahwa PMI sektor swasta Caixin akan meningkat menjadi 50,3, menunjukkan harapan untuk perbaikan lebih lanjut dalam ekonomi.

Analisis Ahli

Kenneth Rogoff (Ekonom Harvard)
Stimulus fiskal dan moneter yang cepat diperlukan karena tekanan perdagangan global dapat memperlambat pertumbuhan jangka panjang. Ketergantungan China pada ekspor membuat mereka sangat rentan terhadap kebijakan tarif AS.