CEO Nvidia Yakin DeepSeek Tidak Turunkan Penjualan, Chip AI Laris Manis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
27 Feb 2025
296 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa meskipun ada kekhawatiran tentang DeepSeek.
Model R1 dari DeepSeek dianggap sebagai inovasi penting yang dapat meningkatkan permintaan untuk komputasi.
Permintaan untuk chip AI, termasuk Blackwell, menunjukkan tren positif di pasar teknologi.
CEO Nvidia, Jensen Huang, tetap optimis tentang masa depan perusahaannya meskipun ada spekulasi bahwa model AI baru bernama DeepSeek R1 dapat mengurangi penjualan. Dalam panggilan laporan keuangan terbaru, Huang menyebut R1 sebagai inovasi yang luar biasa dan menjelaskan bahwa model-model AI yang lebih canggih justru membutuhkan lebih banyak daya komputasi. Dia menekankan bahwa meskipun DeepSeek R1 menarik perhatian global, permintaan untuk chip Nvidia tetap tinggi dan penjualan mereka terus meningkat.
Nvidia melaporkan pendapatan rekor sebesar Rp 656.31 triliun ($39,3 miliar) dan memperkirakan pendapatan berikutnya akan naik menjadi sekitar Rp 718.10 triliun ($43 miliar) . Penjualan pusat data Nvidia hampir dua kali lipat menjadi Rp 1.92 quadriliun ($115 miliar) , dan permintaan untuk chip terbaru mereka, Blackwell, sangat tinggi. Meskipun ada kekhawatiran tentang DeepSeek, pasar untuk chip AI tetap berkembang, dengan perusahaan besar seperti Meta, Google, dan Amazon berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pendekatan Nvidia dalam mengoptimalkan hardware untuk model AI reasoning sangat penting untuk melanjutkan percepatan kemampuan AI dan memperluas aplikasi AI secara luas.

