TLDR
Pemerintah AS sedang mempertimbangkan tarif impor tembaga untuk meningkatkan produksi domestik. Sebagian besar tembaga yang diimpor oleh AS berasal dari negara-negara Amerika Selatan seperti Chile dan Peru. China memiliki pengaruh besar dalam industri tembaga global, terutama melalui investasi di DRC. Presiden AS, Donald Trump, telah memerintahkan penyelidikan mengenai kemungkinan tarif untuk impor tembaga. Tembaga sangat penting untuk produksi kendaraan listrik, peralatan militer, dan barang konsumen lainnya. Penyelidikan ini akan mencakup berbagai jenis tembaga, termasuk tembaga mentah dan produk turunan. Meskipun tarif ini dikatakan untuk melawan dominasi China di pasar global, sebagian besar tembaga yang diimpor AS berasal dari negara-negara Amerika seperti Chili, Kanada, dan Peru.Produksi tembaga global didominasi oleh China, yang memiliki banyak pabrik pengolahan tembaga. Namun, sebagian besar bijih tembaga yang digunakan di pabrik-pabrik tersebut berasal dari negara lain, terutama di Amerika Latin. Saat ini, Republik Demokratik Kongo (DRC) menjadi penghasil tembaga terbesar kedua di dunia setelah Peru, berkat investasi besar dari China. Sementara itu, AS hanya memiliki dua pabrik pengolahan tembaga utama.