Apple Investasi Rp 8.35 quadriliun ($500 Miliar) untuk Perkuat Teknologi dan Manufaktur AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
25 Feb 2025
295 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Apple berkomitmen untuk investasi besar di AS dengan fokus pada inovasi dan produksi teknologi.
Pabrik baru di Arizona dan Houston menunjukkan langkah strategis Apple untuk memproduksi teknologi secara domestik.
Investasi ini diharapkan dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi AS.
Apple telah mengumumkan investasi sebesar Rp 8.35 quadriliun ($500 miliar) di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan, yang merupakan komitmen terbesar yang pernah ada dari perusahaan tersebut. CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa mereka optimis terhadap masa depan inovasi di Amerika dan bangga dapat berkontribusi pada investasi di negara ini. Sebagian besar dana ini akan digunakan untuk produksi silikon canggih di fasilitas TSMC di Arizona, yang baru saja memulai produksi massal chip Apple. Fasilitas ini juga menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja dan penting untuk menyediakan chip berkinerja tinggi yang digunakan dalam perangkat Apple.
Selain itu, Apple juga akan memindahkan produksi server ke Houston, Texas, dengan fasilitas baru yang akan dibuka pada tahun 2026. Server ini akan mendukung Apple Intelligence dan komputasi awan yang aman. Dalam rencana investasi ini, Apple juga berencana untuk merekrut sekitar 20.000 orang, terutama di bidang penelitian dan pengembangan, rekayasa silikon, serta pengembangan perangkat lunak. Investasi ini diharapkan dapat memperkuat kehadiran Apple di AS dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui inovasi dan penciptaan lapangan kerja.
Analisis Ahli
Andrew Grove (mantan CEO Intel)
Memindahkan produksi ke dalam negeri adalah strategi penting untuk mengatasi risiko geopolitik dan memastikan stabilitas pasokan komponen teknologi vital di era persaingan teknologi global.Lisa Su (CEO AMD)
Investasi dalam manufaktur silicon dan kemampuan komputasi AI adalah kunci bagi dominasi teknologi masa depan, dan langkah Apple berpotensi menjadi benchmark bagi perusahaan teknologi lain.

