Starbucks Pangkas 1.100 Pekerjaan Korporat untuk Tingkatkan Efisiensi dan Perbaikan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
24 Feb 2025
245 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Starbucks melakukan pemotongan 1.100 pekerjaan untuk meningkatkan efisiensi.
CEO baru, Brian Niccol, berfokus pada perubahan struktural untuk mengatasi penurunan penjualan.
Karyawan yang kehilangan pekerjaan akan mendapatkan dukungan transisi karir dan pesangon.
Starbucks Corp. mengumumkan pemangkasan 1.100 pekerjaan di kantor pusatnya untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat perubahan yang diperlukan untuk menghidupkan kembali perusahaan. Pemangkasan ini mencakup sekitar 7% dari jumlah karyawan global yang bekerja di luar toko yang dimiliki perusahaan. Karyawan yang terkena dampak akan diberitahu dan mendapatkan gaji serta manfaat hingga 2 Mei, diikuti dengan pesangon berdasarkan masa kerja mereka.
CEO baru Starbucks, Brian Niccol, telah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki operasional kafe, termasuk mengembalikan bar condiment dan membatasi akses toko hanya untuk pelanggan yang membayar. Selain itu, Starbucks akan menerapkan kebijakan kerja kembali ke kantor, di mana karyawan di tingkat wakil presiden dan di atasnya harus bekerja di kantor Seattle atau Toronto tiga hari seminggu. Meskipun ada kritik terhadap kebijakan ini, Niccol berkomitmen untuk menghabiskan sebagian besar waktunya di Seattle atau mengunjungi toko-toko.
Analisis Ahli
Howard Schultz
Pemangkasan tenaga kerja adalah langkah sulit tapi perlu untuk memastikan Starbucks tetap relevan dan kompetitif dalam pasar yang sangat berubah.Adam Lashinsky
Restrukturisasi yang dipimpin Niccol menunjukkan pendekatan agresif yang bisa membawa perbaikan finansial, namun harus diimbangi dengan menjaga moral karyawan tetap tinggi.