Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Eropa Manfaatkan Pasar Dolar AS untuk Obligasi Kupon Tinggi Meningkatkan Modal

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
23 Feb 2025
265 dibaca
1 menit
Bank Eropa Manfaatkan Pasar Dolar AS untuk Obligasi Kupon Tinggi Meningkatkan Modal

AI summary

Permintaan untuk obligasi AT1 dari bank Eropa meningkat karena investor mencari yield yang lebih tinggi.
Bank Eropa memanfaatkan pasar dolar untuk mendapatkan spread yang lebih ketat dan meningkatkan modal.
Meskipun ada risiko terkait obligasi AT1, bank Eropa memiliki rekam jejak yang baik dalam mengganti obligasi pada saat jatuh tempo.
Bank-bank Eropa telah menjual hampir $8 miliar obligasi di pasar dolar AS untuk meningkatkan modal mereka. Obligasi ini, yang dikenal sebagai AT1, dirancang untuk menyerap kerugian ketika bank menghadapi masalah. Permintaan untuk obligasi ini sangat tinggi, terkadang mencapai delapan kali lipat dari penawaran, karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Bank-bank Eropa memilih untuk menjual di pasar AS karena mereka dapat menawarkan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan obligasi dalam euro.Meskipun ada kekhawatiran tentang risiko yang mungkin muncul di masa depan, bank-bank Eropa memiliki catatan baik dalam mengganti obligasi mereka saat jatuh tempo. Baru-baru ini, Barclays menjual obligasi AT1 senilai $1,5 miliar, dan diharapkan akan ada lebih banyak penerbitan obligasi di minggu-minggu mendatang. Selain itu, beberapa perusahaan lain juga sedang mencari dana untuk mendukung akuisisi dan restrukturisasi utang mereka.

Experts Analysis

Julien Roman
Spread ATM rendah bank-bank Eropa di dolar AS masih menawarkan premium yang besar dibandingkan dengan ekuitas preferen bank AS, menunjukan nilai investasi yang menarik.
Alexander Pelteshki
Kupon tinggi yang ada menutupi risiko perpanjangan yang besar, yang dapat menyebabkan masalah bagi investor ketika obligasi tidak dipanggil kembali oleh penerbit.
Editorial Note
Strategi bank Eropa menggunakan pasar dolar AS untuk mengakses modal dengan spread lebih ketat adalah langkah cerdas yang menunjukkan adaptasi mereka terhadap perbedaan ketatnya regulasi di masing-masing wilayah. Namun, risiko perpanjangan yang muncul akibat spread rendah saat reset kupon patut diwaspadai karena bisa merugikan investor dalam jangka panjang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.