Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of Canada Pertimbangkan Ulang Ukuran Inti Inflasi Sebelum Putuskan Suku Bunga

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
22 Feb 2025
52 dibaca
1 menit
Bank of Canada Pertimbangkan Ulang Ukuran Inti Inflasi Sebelum Putuskan Suku Bunga

AI summary

Bank of Canada mungkin mulai mengalihkan fokus dari ukuran inti inflasi yang ada.
Tekanan biaya tempat tinggal berkontribusi pada ukuran inti inflasi yang lebih tinggi.
Keputusan suku bunga mendatang sangat dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan AS, terutama ancaman tarif dari Donald Trump.
Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, mengatakan bahwa tekanan harga yang mendasari mungkin lebih rendah daripada yang ditunjukkan oleh dua ukuran inti inflasi yang disukai bank. Data inflasi untuk Januari menunjukkan angka utama naik menjadi 1,9%, sementara dua ukuran inti, yaitu trim dan median, masing-masing naik menjadi 2,7%. Macklem menjelaskan bahwa jika melihat ukuran inflasi yang lebih luas, angka tersebut tampak sedikit di atas 2%. Dia juga menyebutkan bahwa biaya tempat tinggal yang tinggi mempengaruhi ukuran inti inflasi, tetapi ada kemungkinan ukuran tersebut sedikit berlebihan.Bank sentral akan mengatur ulang fokusnya pada ukuran inflasi ini dan akan memutuskan suku bunga pada 12 Maret. Para ekonom terbagi pendapat apakah suku bunga akan ditahan atau diturunkan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh ancaman tarif 25% dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang Kanada. Jika tarif tersebut diterapkan, ekonomi Kanada bisa mengalami resesi, tetapi jika tidak, ekonomi diperkirakan akan tumbuh dengan baik.

Experts Analysis

Ruben Gargallo Abargues
Meskipun biaya tempat tinggal dihilangkan, tekanan inflasi tetap ada yang kemungkinan didorong oleh pertumbuhan pasar tenaga kerja dan pelemahan dolar Kanada.
Editorial Note
Bank of Canada menghadapi dilema yang cukup rumit dalam menafsirkan data inflasi karena kenaikan biaya tempat tinggal yang bersifat sementara tapi berdampak besar pada ukuran inti inflasi. Ini bisa membuat kebijakan moneter menjadi kurang responsif terhadap kondisi ekonomi sebenarnya dan meningkatkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan suku bunga.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.