Potensi Investasi Tesla di Nissan dan Masa Depan Industri Mobil Listrik
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
22 Feb 2025
220 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Nissan mengalami lonjakan saham setelah laporan tentang kemungkinan investasi Tesla.
Ada kekhawatiran di Jepang tentang kontrol asing atas Nissan, yang mendorong pencarian investor strategis.
Elon Musk dan Hiro Mizuno meragukan kesesuaian pabrik Nissan dengan proses produksi Tesla.
Saham Nissan (7201.T) awalnya melonjak setelah berita bahwa Tesla mungkin akan berinvestasi di Nissan. Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa sebuah kelompok di Jepang, yang dipimpin oleh mantan anggota dewan Tesla, Hiro Mizuno, sedang merencanakan agar Tesla menjadi "investor strategis" di Nissan. Saham Nissan naik hingga 11% setelah berita ini, tetapi kemudian mengalami penurunan. Sebelumnya, Nissan dan Honda memutuskan untuk menghentikan rencana merger yang melibatkan Mitsubishi, dan Honda juga tertarik untuk mengakuisisi Nissan.
Namun, CEO Tesla, Elon Musk, dan Mizuno menyatakan bahwa Tesla tidak tertarik menggunakan pabrik Nissan karena proses produksi Tesla yang unik. Meskipun Nissan memiliki kapasitas produksi yang besar di AS, ada keraguan apakah Tesla benar-benar membutuhkan pabrik tambahan di Amerika Utara. Beberapa ahli berpendapat bahwa mungkin lebih efisien bagi Tesla untuk membangun pabrik baru daripada mengubah proses yang ada di pabrik Nissan. Selain itu, Nissan tidak ingin kehilangan kendali atas pabriknya, tetapi situasi keuangannya saat ini mungkin memaksanya untuk mempertimbangkan opsi tersebut.
Analisis Ahli
Sam Fiorani
Nissan memiliki fasilitas modern dengan kapasitas produksi berlebih yang bisa digunakan Tesla sebagai titik mulai produksi EV baru, terutama untuk menghindari tarif impor dari Meksiko dan Kanada.Tim Hynes
Proses manufaktur Tesla yang sangat unik kemungkinan lebih efisien jika dilakukan di pabrik yang dibangun khusus, daripada menyesuaikan fasilitas Nissan yang ada.