Bank Sentral Selandia Baru Perlambat Penurunan Suku Bunga untuk Dukung Pemulihan Ekonomi
Bisnis
Ekonomi Makro
19 Feb 2025
230 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Bank Sentral Selandia Baru mengurangi suku bunga untuk mendukung pemulihan ekonomi.
Inflasi diperkirakan akan meningkat kembali, yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan.
Reaksi pasar menunjukkan optimisme terhadap langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh RBNZ.
Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) telah menurunkan suku bunga resmi sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% dan berencana untuk melanjutkan penurunan dengan 25 basis poin pada pertemuan kebijakan mendatang. Gubernur Adrian Orr menyatakan bahwa penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi. Meskipun inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,7% tahun ini, RBNZ tetap optimis bahwa inflasi dapat terkendali dan ekonomi akan mulai pulih secara perlahan.
RBNZ telah menjadi salah satu bank sentral yang paling agresif dalam menurunkan suku bunga, dengan total penurunan mencapai 175 basis poin sejak Agustus. Meskipun ada ketidakpastian global yang dapat mempengaruhi investasi bisnis, RBNZ percaya bahwa suku bunga yang lebih rendah akan mendorong pengeluaran masyarakat. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat sedikit pada tahun 2025 setelah mengalami kontraksi pada tahun lalu.
Analisis Ahli
Sharon Zollner
RBNZ sangat percaya diri dengan outlook inflasi dan melihat respon positif ekonomi terhadap penurunan suku bunga, namun masih terbuka terhadap kemungkinan hasil yang berbeda karena faktor risiko eksternal.James McIntyre
Risiko terbesar adalah pertumbuhan dan inflasi yang tetap di bawah proyeksi, sehingga RBNZ mungkin harus menurunkan OCR lebih dari yang diperkirakan, bahkan di bawah level netral.