Baidu Mulai Tahun Transformasi ke AI di Tengah Persaingan dan Penurunan Pendapatan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Feb 2025
187 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Baidu sedang bertransformasi menjadi perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan.
Pendapatan Baidu mengalami penurunan, tetapi laba bersih meningkat.
Persaingan dari perusahaan rintisan seperti DeepSeek menjadi tantangan baru bagi Baidu.
CEO Baidu, Robin Li, menyatakan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun transformasi bagi perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Meskipun pendapatan Baidu mengalami penurunan sebesar 2 persen pada kuartal keempat, AI tetap menjadi area yang menjanjikan meskipun ada persaingan baru dari perusahaan rintisan DeepSeek. Total pendapatan Baidu untuk kuartal tersebut mencapai 34,1 miliar yuan, dan pendapatan tahunan turun 1 persen menjadi 133 miliar yuan. Namun, laba bersih untuk kuartal Desember meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu.
Baidu berencana untuk beralih dari bisnis berbasis internet menjadi fokus pada AI. Robin Li percaya bahwa investasi dalam AI akan memberikan hasil yang lebih signifikan pada tahun 2025. Meskipun pendapatan dari pemasaran online turun 3 persen, bisnis cloud AI Baidu tumbuh 26 persen pada kuartal tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki potensi untuk berkembang di bidang teknologi ini.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
Baidu’s pivot to AI is a necessary evolution in face of China’s slowing ad market and an emerging startup ecosystem that threatens established tech giants.
