Demis Hassabis Sebut Kerja Sama Internasional Kunci Keamanan AI Masa Depan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Feb 2025
88 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kerjasama internasional sangat penting untuk keamanan AI.
Diversitas dalam pengembangan AI dapat meningkatkan hasil penelitian.
Open source AI membawa tantangan etika yang perlu diatasi untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.
CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, menyatakan bahwa semakin banyak negara berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan (AI), semakin sulit untuk menjaga teknologi ini agar tetap aman. Dalam wawancara di AI Action Summit di Paris, ia menekankan pentingnya kerjasama internasional untuk menciptakan aturan yang mengatur AI, terutama saat dunia mendekati pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) yang dapat melakukan berbagai tugas lebih baik daripada manusia. Namun, ia mencatat bahwa kerjasama global semakin sulit dicapai, seperti yang terlihat dari ketidaksetujuan antara negara-negara besar seperti AS dan Inggris dalam pertemuan tersebut.
Hassabis juga menyoroti pentingnya melibatkan beragam orang dalam pengembangan AI, karena keberagaman pemikiran dapat meningkatkan kemajuan penelitian. Ia percaya bahwa suara dari orang-orang yang terkena dampak teknologi harus didengar dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun Google mendukung ilmu pengetahuan terbuka dan sumber terbuka, ia memperingatkan bahwa penyebaran AI sumber terbuka dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak diskusi tentang bagaimana masyarakat ingin dunia setelah pengembangan AGI, agar perubahan sosial dapat dikelola dengan baik.
Analisis Ahli
Demis Hassabis
Kerja sama internasional sangat penting untuk menghindari perlombaan AI yang tidak terkendali dan memastikan teknologi ini digunakan secara aman dan etis.


