Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya dan Manfaat Video AI Realistis: Apa Itu OmniHuman dan CyberHost?

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
17 Feb 2025
244 dibaca
1 menit
Bahaya dan Manfaat Video AI Realistis: Apa Itu OmniHuman dan CyberHost?

Rangkuman 15 Detik

Teknologi video automasi semakin maju dengan model seperti OmniHuman dan CyberHost.
Ada potensi penyalahgunaan teknologi deepfake yang dapat menimbulkan masalah etika dan sosial.
Perusahaan seperti Bytedance memiliki tanggung jawab untuk mengatur penggunaan teknologi ini agar tidak disalahgunakan.
Teknologi baru yang dikembangkan oleh Bytedance, pembuat TikTok, bernama OmniHuman, dapat membuat video manusia yang sangat realistis hanya dengan sedikit input, seperti gambar dan suara. Model ini mampu menghasilkan video dengan gerakan, ekspresi wajah, dan detail yang sangat mirip dengan manusia nyata. Penelitian menunjukkan bahwa OmniHuman lebih unggul dibandingkan metode sebelumnya dalam menghasilkan video manusia yang hidup dan berkualitas tinggi. Namun, ada juga model lain bernama CyberHost yang memiliki keunggulan dalam menghasilkan avatar berkualitas tinggi. Meskipun teknologi ini menarik, ada kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaannya, seperti pembuatan video deepfake yang bisa menipu orang. Beberapa video yang menunjukkan kemampuan OmniHuman telah dihapus karena menampilkan penyanyi terkenal seperti Taylor Swift menyanyikan lagu yang sebenarnya tidak dinyanyikannya. Kritikus teknologi ini khawatir bahwa jika alat ini menjadi sumber terbuka, akan sulit untuk mencegah orang membuat video yang merugikan atau menyesatkan. Meskipun teknologi ini sudah ada sejak lama dan terus berkembang, penting untuk tetap waspada terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

Analisis Ahli

Hany Farid
Ahli forensik digital ini menekankan pentingnya alat deteksi dan regulasi ketat untuk menangani bahaya deepfake yang bisa mengancam kepercayaan publik.
Joanna Bryson
Pakar kecerdasan buatan ini menyoroti perlunya transparansi dan pendidikan publik agar masyarakat mampu mengenali dan memproses konten digital palsu.