Inflasi Inggris Melonjak, Bank of England Waspadai Potensi Risiko Ekonomi
Finansial
Kebijakan Fiskal
16 Feb 2025
134 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Inflasi di Inggris menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang mempengaruhi kebijakan moneter.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS dapat mempengaruhi ekonomi global dan keputusan bank sentral lainnya.
Pasar tenaga kerja di Inggris menunjukkan tekanan upah yang dapat mempengaruhi inflasi di masa depan.
Inflasi di Inggris diperkirakan mencapai level tertinggi dalam 10 bulan pada Januari, dengan harga barang dan jasa naik sekitar 2,8% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lonjakan biaya sekolah swasta dan faktor-faktor lain yang sebelumnya menurunkan inflasi. Bank of England (BOE) khawatir bahwa prospek inflasi di Inggris semakin memburuk, terutama saat ekonomi stagnan. Meskipun beberapa pejabat mendukung pemotongan suku bunga yang lebih besar, mayoritas masih merasa perlu untuk berhati-hati dalam menurunkan biaya pinjaman.
Di negara lain, seperti Australia dan Selandia Baru, diperkirakan akan ada pemotongan suku bunga untuk mendukung ekonomi yang lemah. Sementara itu, di Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan perlambatan dalam pembangunan rumah baru, dan di Kanada, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 1,9%. Di seluruh dunia, banyak negara menghadapi tantangan ekonomi yang serupa, dengan tekanan inflasi yang tinggi dan kebijakan moneter yang hati-hati.
Analisis Ahli
Dan Hanson dan Ana Andrade
Dengan kondisi ekonomi yang lemah, kami meragukan ini akan menghentikan Bank of England dari melanjutkan pelonggaran lebih lanjut, dengan prediksi tiga kali pemangkasan suku bunga 25 basis poin tahun 2025.