Tantangan Trump Menekan Inflasi: Janji Mudah Tapi Risiko Ekonomi Besar
Finansial
Kebijakan Fiskal
13 Feb 2025
70 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Inflasi tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Trump.
Kebijakan tarif dapat memperburuk inflasi dan mempengaruhi pasar.
Usulan pemotongan anggaran yang drastis dapat menyebabkan resesi ekonomi.
Donald Trump, saat mencalonkan diri, berjanji akan mengatasi inflasi dengan cepat dan mengurangi kekhawatiran masyarakat tentang ekonomi. Namun, setelah pemilihan, inflasi justru meningkat menjadi 3%, dan harga bensin juga naik, meskipun Trump mengklaim bahwa kembalinya dia ke Gedung Putih akan meningkatkan produksi minyak dan menurunkan biaya energi. Banyak orang mulai meragukan kemampuan Trump untuk mengendalikan inflasi, terutama setelah dia mengusulkan pemotongan tarif dan suku bunga, yang bertentangan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Federal Reserve untuk menurunkan inflasi.
Beberapa penasihat Trump, termasuk Elon Musk, mengusulkan pemotongan anggaran besar-besaran untuk mengatasi inflasi, tetapi hal ini bisa menyebabkan resesi. Sementara itu, pasar menunjukkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi di masa depan, dan survei menunjukkan bahwa masyarakat Amerika memperkirakan inflasi akan meningkat. Meskipun Trump ingin menurunkan suku bunga dan inflasi, banyak yang meragukan bagaimana kebijakannya dapat mewujudkan janji-janji tersebut.
Analisis Ahli
Joseph Brusuelas
Disinflasi mungkin sudah mati dan kita menghadapi inflasi yang lebih tinggi dibanding dua dekade sebelum pandemi.Michael Linden
Pemotongan anggaran sebesar 4% dari GDP dalam satu tahun akan menyebabkan resesi langsung.