Inflasi Tinggi Buat Fed Diperkirakan Tak Turunkan Suku Bunga Tahun 2025
Finansial
Kebijakan Fiskal
12 Feb 2025
13 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Politik dan kebijakan ekonomi dari pemerintahan baru dapat mempengaruhi keputusan suku bunga.
Data inflasi yang baik diperlukan sebelum Federal Reserve dapat mempertimbangkan pemotongan suku bunga.
Pada awal tahun 2025, inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan membuat Federal Reserve, yang dipimpin oleh Jerome Powell, cenderung untuk mempertahankan suku bunga tetap untuk waktu yang lama. Data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Januari, sehingga para trader mengurangi harapan untuk pemotongan suku bunga di tahun 2025. Meskipun ada harapan untuk pemotongan suku bunga, inflasi yang tinggi dapat menambah tekanan pada Powell, terutama dengan adanya kebijakan dari pemerintahan Trump yang diprediksi akan meningkatkan inflasi.
Beberapa anggota Senat, termasuk Elizabeth Warren, mendesak Powell untuk segera menurunkan suku bunga, sementara Presiden Trump juga menyerukan penurunan suku bunga. Namun, para ekonom memperkirakan bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga Federal Reserve mungkin tidak akan mengubah suku bunga dalam waktu dekat. Dengan kondisi ekonomi yang kuat dan inflasi yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, Powell menyatakan bahwa mereka tidak perlu terburu-buru dalam menyesuaikan kebijakan mereka.
Analisis Ahli
Claudia Sahm
Butuh beberapa bulan data yang lebih baik sebelum Fed bisa mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga.Paul Ashworth
Prediksi satu kali pemotongan suku bunga pada 2025 terlalu optimis mengingat tekanan tarif dan inflasi inti yang tinggi.