Elon Musk Tawar Rp 1.63 quadriliun ($97,4 Miliar) Beli OpenAI, Restrukturisasi Jadi Rumit
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
12 Feb 2025
264 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tawaran Elon Musk untuk membeli OpenAI menunjukkan ketegangan antara Musk dan Altman.
OpenAI sedang dalam proses restrukturisasi yang kompleks menuju perusahaan publik.
Tawaran Musk dapat mempengaruhi nilai pasar dan strategi pendanaan OpenAI di masa depan.
Pada hari Senin, Elon Musk, orang terkaya di dunia, menawarkan untuk membeli organisasi nonprofit yang mengelola OpenAI seharga Rp 1.63 quadriliun ($97,4 miliar) . Tawaran ini ditolak oleh CEO OpenAI, Sam Altman, yang malah mengolok-olok Musk dengan mengatakan mereka akan membeli Twitter seharga Rp 162.66 triliun ($9,74 miliar) jika Musk mau. Musk dan Altman memiliki sejarah yang rumit, karena Musk adalah salah satu pendiri OpenAI dan keduanya terlibat dalam gugatan hukum terkait perilaku antikompetitif OpenAI.
Tawaran Musk ini membuat situasi OpenAI menjadi lebih rumit, terutama karena mereka sedang dalam proses merestrukturisasi dari nonprofit menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan. Tawaran ini bisa mempengaruhi nilai aset nonprofit OpenAI dan memaksa mereka untuk mempertimbangkan tawaran dari luar dengan serius. Meskipun dewan OpenAI kemungkinan besar akan menolak tawaran tersebut, mereka harus menunjukkan bahwa mereka tidak menjual aset nonprofit dengan harga yang terlalu rendah. Hal ini bisa membuat proses penggalangan dana OpenAI menjadi lebih sulit dan mempengaruhi hubungan mereka dengan investor yang sudah ada.
Analisis Ahli
Stephen Diamond
Elon Musk memanfaatkan kewajiban fidusia dewan nonprofit untuk tidak menjual aset di bawah nilai pasar, membuat tawaran ini harus dipertimbangkan serius oleh OpenAI.David Yosifon
Dewan memiliki kekuatan hukum besar untuk menolak tawaran bermusuhan seperti ini dan dapat mempertanyakan kredibilitas tawaran Musk.Scott Curran
Evaluasi tawaran Musk harus sesuai dengan misi nonprofit OpenAI agar nilai sosial dan strategis tetap terjaga.
