TLDR
KTT Kecerdasan Buatan di Paris menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan AI. Prancis berkomitmen untuk menggunakan energi bersih dalam memenuhi kebutuhan daya AI. Strategi baru untuk AI di Eropa diharapkan dapat mempercepat inovasi dan investasi di sektor teknologi. Pada tanggal 10 Februari 2025, pemimpin dunia berkumpul di Paris untuk KTT Kecerdasan Buatan (AI) yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam pidatonya, Macron menekankan bahwa Prancis memiliki sumber energi bersih untuk memenuhi kebutuhan daya AI, berbeda dengan kebijakan produksi minyak di AS. Sekitar 100 negara, termasuk China dan India, hadir untuk membahas bagaimana kepentingan nasional yang berbeda dapat disatukan. Macron juga mengungkapkan bahwa tahun 2025 bukanlah waktu yang tepat untuk mengatur AI kembali, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, akan mengumumkan strategi baru untuk mempercepat dan menyederhanakan regulasi AI di Eropa.Di sisi lain, ada ketidakpastian mengenai apakah AS dan negara lain akan mendukung pernyataan yang menyerukan pendekatan inklusif terhadap AI yang berfokus pada hak asasi manusia dan keberlanjutan. Selain itu, CEO OpenAI, Sam Altman, diharapkan hadir dalam acara tersebut, sementara konsorsium yang dipimpin oleh Elon Musk menawarkan $97,4 miliar untuk membeli organisasi nonprofit yang mengendalikan OpenAI. KTT ini menjadi kesempatan bagi negara-negara untuk berdiskusi tentang masa depan AI dan bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara bertanggung jawab.