Model AI Murah dari Alibaba Bikin Persaingan AI Global Makin Ketat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
10 Feb 2025
75 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Model S1 menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan AI dengan biaya rendah.
Kolaborasi antara universitas dan perusahaan teknologi seperti Alibaba dapat mempercepat inovasi dalam bidang AI.
Kualitas model dasar sangat penting dalam menentukan keberhasilan pelatihan model AI.
Peneliti dari Stanford University dan University of Washington baru-baru ini mengembangkan model pemikiran baru bernama S1, yang dilatih dengan biaya kurang dari Rp 835.00 miliar (US$50 m) enggunakan teknologi open-source dari Alibaba. Model ini menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam matematika dan pemrograman dibandingkan dengan model dari OpenAI. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa China semakin mendekati kemampuan AI yang dimiliki oleh negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, setelah peluncuran model DeepSeek yang juga berbiaya rendah dan berkinerja tinggi.
Biaya untuk menjalankan perangkat keras yang diperlukan untuk mengembangkan model S1 sangat rendah, hanya sekitar Rp 233.80 ribu (US$14) , karena model ini dilatih selama 26 menit menggunakan 16 chip Nvidia H100. Para peneliti percaya bahwa kualitas model dasar yang digunakan sangat penting untuk mencapai hasil yang baik dengan biaya yang rendah. Ini menunjukkan bahwa dengan teknologi yang tepat, pengembangan AI yang efisien dan efektif bisa dilakukan tanpa mengeluarkan banyak uang.
Analisis Ahli
Pan Jiayi
Kunci utama untuk melatih model reasoning yang kuat dengan biaya rendah adalah kualitas model dasar yang digunakan sebagai fondasi.
