TLDR
Pemrosesan asinkron memungkinkan organisasi untuk mengelola operasi identitas secara efisien. Arsitektur berbasis peristiwa dapat meningkatkan otomatisasi dan fleksibilitas dalam manajemen identitas. Pendekatan SCIM asinkron membantu organisasi mengatasi tantangan yang dihadapi dalam migrasi identitas dan provisioning skala besar. Ravi Laudya adalah seorang ahli teknologi di SAP Concur yang fokus pada arsitektur berbasis acara dan solusi cloud. Dalam dunia digital yang cepat, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola identitas karena meningkatnya penggunaan aplikasi berbasis layanan (SaaS) dan ekosistem cloud. Protokol SCIM 2.0 yang diperkenalkan pada tahun 2015 membantu menyederhanakan pengelolaan identitas dengan menggunakan API standar. Namun, SCIM memiliki keterbatasan dalam memproses permintaan secara bersamaan, terutama saat menangani banyak data sekaligus.Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan asinkron diperkenalkan, yang memungkinkan pengolahan permintaan tanpa menghalangi permintaan lainnya. Dengan sistem ini, perusahaan dapat melacak status permintaan secara real-time, memecah permintaan besar menjadi bagian yang lebih kecil, dan mengirimkan notifikasi setelah operasi selesai. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam pengelolaan identitas, terutama saat perusahaan mengalami perubahan besar seperti merger atau migrasi sistem. Dengan mengadopsi prinsip arsitektur berbasis acara, organisasi dapat mengotomatiskan dan menyederhanakan proses pengelolaan identitas mereka.