Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amazon dan Raksasa Teknologi Gagal Capai Target Pendapatan Cloud Meski Investasi AI Besar

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
08 Feb 2025
236 dibaca
1 menit
Amazon dan Raksasa Teknologi Gagal Capai Target Pendapatan Cloud Meski Investasi AI Besar

AI summary

Pertumbuhan pendapatan cloud Amazon tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Perusahaan teknologi besar lainnya juga mengalami tantangan serupa dalam pertumbuhan pendapatan cloud.
Investor semakin skeptis terhadap pengeluaran besar di AI setelah hasil yang mengecewakan.
Pada tanggal 7 Februari, saham Amazon turun 4% setelah laporan pendapatan kuartalan dari layanan cloud mereka, Amazon Web Services (AWS), tidak memenuhi harapan investor. Meskipun pendapatan AWS meningkat 19% menjadi $28,79 miliar, angka ini sedikit di bawah ekspektasi analis yang mengharapkan $28,87 miliar. Penurunan ini juga terjadi bersamaan dengan hasil yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar lainnya seperti Microsoft dan Google, yang juga mengalami pertumbuhan pendapatan cloud yang lebih lambat dari yang diharapkan.Investor kini semakin memperhatikan pengeluaran besar perusahaan-perusahaan ini untuk teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama setelah munculnya model AI murah dari perusahaan China, DeepSeek. Meskipun ada penurunan nilai pasar sekitar $100 miliar untuk Amazon, banyak analis masih merekomendasikan untuk membeli saham Amazon, dengan beberapa bahkan menaikkan target harga saham mereka. Namun, ada kekhawatiran di kalangan investor tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik hasil yang tidak memuaskan ini.

Experts Analysis

Daniel Morgan
Ada sesuatu yang tidak beres di balik angka-angka pendapatan yang kurang memenuhi harapan, apakah ada kendala kapasitas atau faktor lain yang belum diungkapkan perusahaan.
Editorial Note
Meskipun Amazon dan rival-rivalnya melakukan investasi besar dalam AI, pertumbuhan pendapatan cloud yang stagnan menunjukkan adanya tantangan nyata dalam menerjemahkan investasi ini menjadi keuntungan langsung. Ini bisa menandakan batas kapasitas teknologi saat ini atau perlunya inovasi yang lebih disruptif untuk menjaga keunggulan kompetitif di pasar yang semakin ketat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.