Alex Saric, kepala pemasaran di Ivalua, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, bisnis akan menghadapi tantangan besar akibat perubahan ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik dan inflasi yang meningkat. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu mengelola rantai pasokan dengan hati-hati dan memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI). AI diharapkan dapat mengubah cara pengadaan dengan meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan, serta mengurangi proses manual. Namun, keberhasilan AI sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan.Selain itu, perusahaan juga harus beradaptasi dengan permintaan yang meningkat untuk kendaraan listrik dan elektronik canggih, yang dapat menyebabkan kekurangan mineral penting. Untuk menghindari masalah ini, banyak produsen besar akan mencari cara untuk memperkuat rantai pasokan mereka. Di sisi lain, banyak organisasi yang menyadari bahwa mereka belum memenuhi target keberlanjutan yang ditetapkan, dan ini bisa menjadi kesempatan untuk menetapkan tujuan yang lebih realistis. Dengan meningkatkan visibilitas dalam rantai pasokan, perusahaan dapat mengidentifikasi kelemahan dan beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan, sehingga dapat mengubah ketidakpastian menjadi peluang.
Transformasi digital dalam pengadaan akan menjadi faktor penentu kelangsungan bisnis di tengah ketidakpastian global saat ini. Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan teknologi baru dan memperkuat hubungan pemasok akan tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin kompleks.