Saham teknologi China yang diperdagangkan di Hong Kong menunjukkan tanda-tanda memasuki pasar bullish setelah model kecerdasan buatan (AI) murah dari startup DeepSeek menarik perhatian terhadap perusahaan internet di China. Indeks Hang Seng Tech naik hingga 0,5%, dengan kenaikan total mencapai 20% sejak Januari. Perusahaan seperti Xiaomi dan Li Auto berkontribusi besar terhadap kenaikan ini. Meskipun ada kekhawatiran tentang perang dagang setelah AS mengenakan tarif 10% pada impor China, minat terhadap saham teknologi tetap kuat karena tarif tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan.DeepSeek muncul sebagai pesaing dalam dunia AI setelah meluncurkan aplikasi yang dikembangkan dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesaing AS, meskipun ada pembatasan impor chip canggih ke China. Meskipun ada lonjakan terbaru, indeks ini masih lebih dari 50% di bawah puncaknya pada awal 2021. Beberapa analis tetap berhati-hati terhadap saham semikonduktor dan perangkat keras China karena risiko tarif dan pembatasan yang lebih luas dari AS. Namun, aliran investasi dari dalam negeri ke saham teknologi Hong Kong diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan tren positif di sektor AI.
Munculnya DeepSeek sebagai pembuat AI murah menunjukkan bahwa China semakin dekat dengan kemandirian teknologi, mengurangi ketergantungan pada impor mahal dan pembatasan AS. Namun, volatilitas pasar dan tantangan perang dagang dapat membuat momentum ini sulit dipertahankan jangka panjang tanpa dukungan kebijakan yang konsisten.