Saham Arm Holdings (ARM) dan Qualcomm (QCOM) turun lebih dari 4% setelah hasil kuartalan mereka menunjukkan bahwa lonjakan permintaan akibat kecerdasan buatan (AI) belum terlihat. Meskipun kedua perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan, investor khawatir bahwa permintaan untuk perangkat konsumen yang menggunakan chip mereka tidak akan meningkat dalam waktu dekat. Arm memperkirakan pendapatan yang sedikit lebih rendah dari yang diharapkan untuk kuartal mendatang, sementara Qualcomm melaporkan pertumbuhan yang melambat dalam segmen smartphone, terutama karena Apple mulai mengembangkan chip sendiri.Meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan pengeluaran untuk infrastruktur AI, beberapa analis percaya bahwa permintaan untuk smartphone berbasis AI akan meningkat di masa depan. Arm diharapkan mendapatkan manfaat dari proyek besar yang didukung oleh SoftBank, yang akan berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI. Sementara itu, perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Google tetap berkomitmen untuk mengeluarkan dana besar untuk pengembangan AI, yang menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, masa depan AI tetap cerah.
Penurunan saham Arm dan Qualcomm menunjukkan bahwa pasar masih skeptis terhadap dampak langsung AI pada penjualan chip konsumen dalam jangka pendek. Namun, investasi besar di infrastruktur dan pengembangan teknologi AI menandakan bahwa potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini tetap solid.