Ty Ward, pemilik Credence Solutions Group LLC dan mantan anggota Angkatan Udara AS, menjelaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan kode perangkat lunak semakin meningkat. Sekarang, lebih dari 25% kode Google ditulis oleh AI, dan ini membawa tantangan baru dalam keamanan teknologi. Meskipun AI dapat membantu memperbaiki kesalahan dalam kode, ada risiko bahwa penggunaan AI dapat mengurangi kualitas pengujian dan keamanan, yang bisa berbahaya jika ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengeksploitasi kelemahan tersebut.Ward juga menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam pengembangan kode yang melibatkan AI. Ia menyarankan agar pengguna perangkat lunak bertanya kepada penyedia tentang seberapa banyak kode yang dikembangkan oleh AI dan bagaimana data mereka digunakan. Selain itu, penting untuk memiliki rencana cadangan jika terjadi masalah dengan perangkat lunak yang digunakan. Dengan memahami risiko dan memastikan adanya pengawasan manusia, pengguna dapat melindungi diri dari potensi bahaya yang mungkin muncul akibat penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak.
Penggunaan AI dalam pengembangan kode memang memberikan efisiensi, tapi tanpa pengawasan manusia yang ketat, risiko kerentanan akan meningkat drastis yang dapat membahayakan jutaan pengguna. Perusahaan dan pemerintah harus segera mengimplementasikan mekanisme kontrol kualitas yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI, karena keamanan dan keandalan kode sangat bergantung pada pemahaman manusia terhadap system.