Dalam artikel ini, penulis membahas tentang rumor di media sosial yang menyatakan bahwa AI generatif dan model bahasa besar (LLMs) sedang menciptakan bahasa baru saat berkomunikasi satu sama lain. Beberapa orang menganggap ini sebagai tanda bahwa AI telah mencapai kesadaran, sementara yang lain khawatir bahwa AI sedang bersiap untuk mengambil alih manusia. Namun, penulis menjelaskan bahwa sebenarnya AI hanya menggunakan metode matematis dan komputasi untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih efisien, bukan karena mereka memiliki kesadaran atau niat jahat.Ketika dua AI berkomunikasi, mereka dapat mengembangkan bentuk bahasa yang lebih singkat dan efisien, yang mungkin terlihat aneh bagi manusia. Ini bukanlah bahasa baru yang diciptakan dengan tujuan jahat, melainkan hasil dari proses optimasi komunikasi antara AI. Penulis menekankan bahwa meskipun AI dapat membuat variasi dalam cara mereka berkomunikasi, ini tidak berarti mereka memiliki rencana untuk menguasai manusia. Sebaliknya, ini adalah bagian dari bagaimana AI berfungsi dan beradaptasi untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih baik.
Fenomena bahasa baru AI sebenarnya adalah manifestasi logis dari pengoptimalan komputasi dan tidak ada indikasi kesadaran atau niat tersembunyi. Penting bagi masyarakat agar tidak terjebak pada mitos yang berlebihan dan fokus pada bagaimana mengelola teknologi ini secara bertanggung jawab.