Kenapa Kerentanan Keamanan Cloud yang Sudah Diketahui Masih Jadi Ancaman Besar
Teknologi
Keamanan Siber
05 Feb 2025
261 dibaca
1 menit

Organisasi saat ini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko keamanan siber di cloud, tetapi banyak insiden keamanan masih berasal dari kerentanan yang sudah diketahui namun tidak diperbaiki. Laporan ZEST Cloud Risk Exposure Impact Report 2025 menunjukkan bahwa 62% insiden berasal dari masalah yang sudah diidentifikasi oleh tim keamanan, tetapi tidak ditangani. Hal ini terjadi karena proses perbaikan yang rumit dan memakan waktu, sehingga ancaman tetap ada dan bisa dimanfaatkan oleh penyerang dengan cepat. Penyerang kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat serangan mereka, sementara tim keamanan masih bergantung pada proses manual yang lambat.
Dengan meningkatnya kecepatan serangan siber dan tuntutan dari regulator untuk memperbaiki kerentanan dengan lebih cepat, organisasi perlu beralih dari sekadar mendeteksi risiko ke strategi yang lebih fokus pada perbaikan. Mereka harus mempertimbangkan penggunaan teknologi AI untuk mempercepat proses perbaikan dan mengurangi backlog masalah keamanan. Jika tidak, mereka berisiko menghadapi sanksi yang serius dan kerugian finansial yang besar. Laporan ini menjadi pengingat penting bahwa kesadaran saja tidak cukup; tindakan cepat dan efisien sangat diperlukan untuk melindungi organisasi dari ancaman yang terus berkembang.
Analisis Ahli
Mor Levi
Seringkali kerentanan yang dieksploitasi telah lama diketahui, namun prioritas dan sumber daya adalah kendala utama perbaikan.Snir Ben Shimol
Kesenjangan besar antara deteksi dan resolusi harus diatasi dengan automasi dan AI untuk merespon serangan dengan lebih cepat dan efektif.

