Sektor transportasi menjadi salah satu penyebab utama emisi gas rumah kaca, terutama dari mobil yang telah meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 1990. Namun, dengan munculnya kendaraan listrik (EV), ada harapan untuk mengurangi emisi ini. Penelitian menunjukkan bahwa emisi dari transportasi jalan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 9 gigaton pada tahun 2025 dan kemudian mulai menurun. Kebijakan yang mendukung penggunaan EV di berbagai negara, terutama sejak tahun 2021, telah mendorong penjualan kendaraan listrik dan diperkirakan dapat menghindari emisi hingga 23 miliar ton hingga tahun 2050.Kendaraan listrik tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi konsumen dengan biaya pengisian yang lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Selain itu, penurunan harga baterai EV diharapkan akan membuat kendaraan listrik lebih terjangkau. Dengan pasar EV yang diperkirakan akan bernilai triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan, negara-negara yang berinvestasi dalam produksi EV akan mendapatkan keuntungan besar. Selain itu, kendaraan listrik juga membantu mengurangi polusi udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting bagi pembuat kebijakan untuk terus mendukung transisi ke kendaraan listrik demi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Perkembangan cepat teknologi dan kebijakan EV menunjukkan momentum yang tidak dapat diabaikan untuk penurunan emisi global. Namun, keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dan kemampuan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan EV secara masif.