FBI Menggempur Pasar Gelap Siber dan Lumpuhkan Kelompok The Manipulaters
Teknologi
Keamanan Siber
01 Feb 2025
56 dibaca
1 menit

Perang melawan peretasan kriminal semakin memanas, terutama setelah FBI melakukan operasi besar-besaran yang dikenal sebagai Operasi Talent. Dalam operasi ini, FBI dan lembaga penegak hukum internasional berhasil menutup pasar gelap yang membantu para peretas, termasuk sebuah pasar bernama Cracked yang telah beroperasi sejak 2018. Cracked menjual informasi login yang dicuri, alat peretasan, dan data curian, serta memiliki lebih dari 4 juta pengguna. Sekitar 17 juta orang di Amerika Serikat terpengaruh oleh aktivitas kriminal ini.
Selain itu, FBI juga menyerang kelompok misterius bernama The Manipulaters, yang dikenal karena menyediakan layanan peretasan dan malware. Mereka telah beroperasi sejak 2015 dan menggunakan berbagai nama merek untuk menjual alat peretasan. Namun, dengan penutupan pasar-pasar ini, biaya untuk melakukan kejahatan siber menjadi lebih tinggi, yang dapat mengurangi jumlah peretas yang beroperasi. Meskipun pasar baru mungkin akan muncul, FBI tetap mengawasi dan menekan aktivitas kriminal ini, yang merupakan kabar baik bagi masyarakat.
Analisis Ahli
Evan Dornbush
Actions like this make it more expensive for cybercriminals to operate, and ultimately, this is a good thing. This raises the barrier to entry for criminal enterprise aspirations.

