TLDR
Penggunaan AI di tempat kerja dapat menyebabkan karyawan bekerja lebih lama, bukan lebih efisien. AI mungkin meningkatkan kecepatan penyelesaian tugas tetapi juga menyebabkan lebih banyak gangguan dan peralihan aplikasi. Pekerja mungkin merasa terbebani untuk menggunakan alat AI, yang tidak selalu menghasilkan efisiensi yang diharapkan oleh manajemen. Pomodo.id - AI kini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai pekerjaan, terutama di kalangan pekerja kantoran. Meskipun diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, kenyataannya AI sering kali justru menunjukkan efek sebaliknya. Analisis terbaru dari ActivTrak, sebuah perusahaan pemantauan tempat kerja, menunjukkan bahwa pekerja kantoran yang menggunakan AI menghabiskan waktu kerja hingga 90 menit lebih lama per hari dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan AI. Data ini sangat mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan AI dalam meningkatkan produktivitas di tempat kerja.Dalam studi tersebut, perusahaan melakukan analisis terhadap aktivitas kerja lebih dari 9.100 karyawan di lebih dari 450 perusahaan selama periode April hingga September. Pekerja yang tidak menggunakan AI rata-rata menghabiskan waktu aktif kerja sekitar 7,6 jam, sementara mereka yang sangat bergantung pada AI bekerja antara 8,4 hingga 9,1 jam dalam sehari. Artinya, meski pekerja seharusnya lebih efisien dengan bantuan teknologi AI, mereka justru terjebak dalam pekerjaan yang lebih banyak dan kompleks yang dihasilkan oleh AI itu sendiri.Namun, terdapat juga bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak selalu memicu peningkatan produktivitas. Banyak pekerja menemukan bahwa sorting atau memilah informasi yang dihasilkan AI bisa memakan lebih banyak waktu daripada menyelesaikan tugas mereka secara manual. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI di lingkungan kerja sering kali tidak diimbangi dengan peningkatan efisiensi yang diharapkan, malah cenderung menjadi alasan bagi perusahaan untuk meminta lebih banyak pekerjaan dari para karyawan.
AI (Artificial Intelligence) mengacu pada teknologi yang dirancang untuk mensimulasikan proses berpikir manusia. Meskipun banyak harapan diletakkan pada AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, kenyataannya, semakin banyak pekerja yang menggunakan alat AI masih harus bekerja lebih lama. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas tugas yang ditimbulkan oleh penggunaan AI dan bukan penggantian pekerjaan manusia secara menyeluruh.
Lebih jauh lagi, sebuah studi yang diterbitkan di The Leadership Quarterly menemukan bahwa pekerja yang berusaha keras menggunakan alat seperti ChatGPT sering kali kehilangan kepercayaan dari atasan mereka, yang dapat merugikan kesempatan mereka untuk dipromosikan. Ini berarti bahwa di lingkungan kerja yang seharusnya mendorong inovasi dan efisiensi, adopsi alat AI malah mengurangi kepercayaan diri para karyawan.Dalam konteks yang lebih luas, ada kekhawatiran bahwa sementara beberapa sektor menunjukkan sedikit peningkatan dalam produktivitas berkat adopsi AI, sektor lain mengalami peningkatan angka pengangguran. Laporan Goldman Sachs menyoroti dampak AI yang mulai menyebar di luar industri teknologi, terutama pada sektor profesional seperti keuangan, telekomunikasi, dan administrasi, yang tampaknya mengalami penurunan lapangan kerja.Dengan situasi yang ada, bagi generasi muda Indonesia yang baru memasuki pasar kerja, penggunaan AI seharusnya menjadi perhatian. Peningkatan penggunaan teknologi ini mempengaruhi cara mereka bekerja dan kemungkinan distribusi kerja di masa depan. Bagi mereka yang mengambil langkah sekarang untuk memahami dan mengadopsi teknologi AI secara efektif, ini merupakan kesempatan untuk menonjol di dunia kerja yang semakin kompetitif. Namun, mereka juga harus waspada terhadap potensi dampak negatif, seperti peningkatan jam kerja tanpa pembenaran yang jelas atau kehilangan kesempatan untuk promosi.Sekarang, lebih dari sebelumnya, pemahaman yang kuat tentang cara bekerja dengan AI dan bagaimana mengelola ekspektasi di tempat kerja akan menjadi keterampilan yang sangat berharga. Hal ini juga menunjukkan pentingnya menyeimbangkan teknologi dengan aspek manusia, bukan hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi di lingkungan kerja.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 9 Nov 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)