TLDR
Penelitian menemukan jejak kimia ganja dalam rambut manusia dari makam kuno di Siberia. Ganja kemungkinan digunakan dalam ritual pemakaman oleh masyarakat Scythians sekitar 2.800 tahun yang lalu. Analisis lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui sejarah domestikasi tanaman ganja dan konsentrasi senyawa psikoaktif. Pomodo.id - Bukti arkeologis terbaru menunjukkan bahwa penggunaan cannabis untuk efek psikoaktif telah ada sejak sekitar 2.800 tahun yang lalu, terungkap dalam analisis dari makam Tunnug 1 di Republik Tyva, Rusia. Para peneliti internasional yang dipimpin oleh Gino Caspari dari Universitas Bern dan Max Planck Institute of Geoanthropology menemukan jejak bahan kimia yang konsisten dengan senyawa psikoaktif dalam rambut manusia yang terawetkan. Penemuan ini menggambarkan salah satu penggunaan awal cannabis yang berkaitan dengan ritual, menyoroti peran penting tanaman ini dalam budaya Scythian yang dikenal sebagai pengembara di stepa Eurasia.Selama analisis, sekitar 1.000 biji cannabis ditemukan di dalam ruang makam, yang bisa dipastikan berasal dari abad ke-8 SM. Kandungan biji tersebut menunjukkan bahwa cannabis memiliki peran dalam ritual pemakaman, meskipun belum jelas bagaimana konsumsinya terintegrasi dalam praktik tersebut. Selain itu, peneliti juga mencatat bahwa hanya keberadaan biji cannabis saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi apakah tanaman tersebut digunakan untuk efek psikoaktif; tanaman ini juga sejarahnya dikenal sebagai sumber material minyak dan serat. Namun, ruang lingkup penelitian mungkin terbatas, karena material tanaman seperti bunga, daun, dan resin sering kali tidak bertahan lama sehingga tidak muncul dalam konteks arkeologis.
Cannabis adalah tanaman yang memiliki efek psikoaktif terutama disebabkan oleh senyawa THC. Hal ini sering disalahpahami sebagai pengaruh yang hanya merugikan, namun penggunaan cannabis dalam konteks budaya dan ritual menunjukkan adanya nuansa yang lebih kompleks. Dalam sejarahnya, cannabis tidak hanya digunakan untuk rekreasi atau konsumsi, tetapi juga dalam praktik spiritual dan penyembuhan.
Temuan ini mengungkapkan sejarah panjang penggunaan cannabis yang mungkin berdampak pada cara kita memandang tanaman ini di masa kini, termasuk dalam konteks hukum dan sosial di Indonesia. Di tingkat global, semakin banyak penelitian yang membahas manfaat dan risiko cannabis, dengan dampak signifikan terhadap kebijakan publik dan diskusi mengenai kesehatan mental. Di Indonesia, di mana cannabis masih menjadi topik yang sensitif, temuan ini dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai potensi penggunaannya dalam praktik medis dan pengurangan stigma.Bagi generasi muda di Indonesia, penemuan ini menyoroti pentingnya menjaga pemahaman yang seimbang dan berbasis bukti mengenai cannabis. Saat Indonesia bergerak menuju integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi, memahami peran cannabis dalam konteks budaya dan sejarah bisa membuka peluang baru dalam penelitian, kesehatan, dan bahkan aspek ekonomi. Di masa depan, karier atau studi di bidang penelitian kesehatan masyarakat atau teknologi pertanian yang berfokus pada tanaman ini mungkin menjadi pilihan tidak hanya untuk inovasi tetapi juga untuk tujuan kesehatan yang lebih luas.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 8 Nov 2026, 22.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)