TLDR
Industri media sedang mengalami perubahan besar menuju video sosial, dipicu oleh popularitas platform seperti TikTok. Media tradisional mulai berkolaborasi dengan konten kreator untuk meningkatkan kehadiran mereka di platform video. Kehadiran video panjang dan berkualitas tinggi bisa menjadi tantangan baru bagi penerbit berita dan konten kreator. Pomodo.id - Media kembali berjuang untuk memahami permainan video di era digital terutama berkaitan dengan bagaimana platform media sosial dan perubahan preferensi audiens berdampak pada cara konten disajikan dan dikonsumsi. Menjelang akhir tahun 2010-an, industri media berinvestasi besar-besaran pada konten video di media sosial, berharap untuk mencapai audiens yang lebih luas dan membuka peluang pendapatan baru. Namun, harapan itu berangsur memudar ketika data menunjukkan bahwa platform seperti Facebook pernah memperbesar angka tayangan video yang sebenarnya, menyebabkan banyak media mengevaluasi kembali strategi mereka.Seiring TikTok tumbuh pesat selama pandemi, media sosial lainnya, termasuk Facebook dan Instagram, juga berusaha beradaptasi dengan mengutamakan video dalam feed mereka. Meskipun begitu, industri media tampaknya masih tertinggal dalam perubahan ini dan harus menyesuaikan diri dengan cara baru dalam menciptakan dan mendistribusikan konten. Banyak pengamat mencatat bahwa transisi ini lebih mirip dengan perjuangan daripada keberhasilan, dengan banyak tempat kerja mengalami pemutusan hubungan kerja serta ketidakpastian seiring upaya berfokus pada video.
TikTok adalah platform media sosial yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek. Platform ini semakin populer di kalangan generasi muda, dan pertumbuhannya selama pandemi telah mengubah cara orang mengkonsumsi konten secara signifikan. Sebuah kesalahpahaman umum adalah bahwa TikTok hanyalah platform hiburan; nyatanya, banyak pengguna menggunakannya untuk mencari informasi dan menemukan produk baru, sehingga menciptakan peluang bagi pemasaran digital yang inovatif.
Perjuangan media dalam memahami dan beradaptasi dengan permainan video di era digital berimplikasi besar bagi awasi muda di Indonesia yang tertarik dengan karier di bidang media, pemasaran, atau konten digital. Dengan meningkatnya penggunaan video sebagai alat untuk menarik perhatian, keterampilan dalam pembuatan video atau pengeditan menjadi semakin berharga. Ini berarti bahwa mereka yang sudah memiliki keahlian dalam pengeditan video atau pembuatan konten digital memiliki peluang yang lebih baik dalam pasar kerja, terutama di industri yang berorientasi pada media sosial.Seiring dengan perubahan yang sedang berlangsung, pekerjaan yang berkaitan dengan produksi video, analisis data pemirsa, dan manajemen media sosial kemungkinan besar akan meningkat. Ini menjadi penting bagi lulusan dan pemula untuk menyesuaikan pendidikan mereka dengan keahlian yang dicari oleh perusahaan, seperti desain grafis, pengembangan konten, atau kemampuan teknis di platform media sosial.Industri media di Indonesia juga akan merasakan pengaruh dari tren-tren ini, terutama ketika mempertimbangkan betapa cepatnya pengguna berpindah dari media tradisional ke format yang lebih interaktif dan kaya visual. Generasi muda perlu bersiap dengan pengetahuan yang tidak hanya berfokus pada konten tulisan tetapi juga keterampilan audiovisual yang dapat meningkatkan daya tarik mereka di pasar kerja yang semakin kompetitif.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 8 Nov 2026, 20.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)