TLDR
Pemisahan lubang hitam secara teoritis mungkin terjadi jika lubang hitam berotasi dengan kecepatan maksimum. Pemisahan ini melibatkan perubahan bentuk horizon peristiwa menjadi struktur mirip celana. Kemungkinan pemisahan lubang hitam lebih besar pada lubang hitam kecil dan dapat terdeteksi melalui teleskop gamma-ray. Pomodo.id - Lubang hitam, objek astronomi misterius di jagat raya, mungkin dapat terbelah menjadi dua jika berputar cukup cepat, penemuan baru dalam fisika menunjukkan. Penelitian terbaru ini, yang dipublikasikan dalam jurnal *Physical Review D*, mengeksplorasi kondisi yang memungkinkan terjadinya fragmentasi pada lubang hitam yang berputar sangat cepat. Peneliti utama, Francesco Sannino, mempertegas bahwa ini merupakan bidang studi yang masih jauh dan belum sepenuhnya dipahami.Dalam penelitian ini, para ilmuwan berfokus pada konsep entropi, yang merupakan ukuran kadar kekacauan dalam sebuah sistem. Dalam kondisi normal, lubang hitam memerlukan penurunan entropi untuk membelah diri, yang secara termodinamika sangat tidak mungkin terjadi. Namun, saat lubang hitam berputar pada kecepatan maksimum, ia mampu mengatasi hambatan tersebut dan memungkinkan kemungkinan terjadinya pembelahan. Di sinilah aspek yang menarik dari penelitian ini, karena mencakup teori dan hukum fisika yang lebih kompleks.Meskipun teorinya menjanjikan, para peneliti menyadari adanya batasan. Tidak semua lubang hitam dapat terbelah, terutama yang tidak berputar, yang membuat skenario ini hanya bersifat kemungkinan. Oleh karena itu, penting untuk tidak terburu-buru menganggap bahwa ini adalah fakta yang telah terbukti, melainkan sebagai sebuah teori yang sedang diujicoba.Implikasinya bagi generasi muda di Indonesia cukup menarik. Penemuan ini mungkin tidak langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi mengedukasi kita tentang bagaimana fisika kuantum dan astrofisika dapat saling beririsan dan membentuk pemahaman kita terhadap dunia. Bagi mahasiswa fisika dan bidang terkait, melakukan penelitian lanjutan dalam topik-topik yang berhubungan dengan lubang hitam bisa membuka peluang karier di dunia akademis atau riset. Di samping itu, dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena ini, para ilmuwan muda dapat memperkuat basis pengetahuan kita dalam sains dan teknologi.
Entropi adalah istilah dalam fisika yang digunakan untuk mengukur tingkat kekacauan atau disorder dalam sebuah sistem. Dalam konteks ini, semakin tinggi entropi, semakin tidak teratur sistem itu. Jika entropi menurun, itu berarti sistem menjadi lebih teratur, yang bertolak belakang dengan hukum kedua termodinamika yang menyatakan bahwa entropi alam semesta cenderung meningkat. Memahami entropi sangat penting dalam memahami bagaimana lubang hitam berfungsi, khususnya dalam studi mengenai kemungkinannya untuk terbelah.
Dengan kajian mengenai lubang hitam dan potensi fragmentasinya, mahasiswa fisika di Indonesia bisa mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana penelitian ini berkaitan dengan kemajuan teknologi di masa depan. Sementara itu, keterkaitan dengan investasi di bidang sains bisa berujung pada pengembangan karir di sektor-sektor tech atau atmosfer penelitian. Kita belum tahu seberapa cepat atau lambat perkembangan ini terjadi, tetapi pemahaman tentang fenomena ini pasti akan menjadi bagian dari langkah maju bagi Indonesia dalam berinvestasi dalam pendidikan sains dan teknologi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 8 Nov 2026, 04.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)