TLDR
Tim peneliti dari HKUST mengembangkan struktur pendingin elastokalorik yang tahan lama dan biaya rendah. Teknik stamping dan penumpukan memungkinkan produksi komponen yang lebih cepat dan lebih ekonomis. Prototipe yang dikembangkan menunjukkan potensi pendinginan yang signifikan meskipun efisiensi energi sistem komersial masih perlu diteliti lebih lanjut. Pomodo.id - Penelitian terbaru di Hong Kong mengungkapkan bahwa struktur refrigeran baru yang tahan lama dan murah berhasil dikembangkan untuk teknologi pendinginan elastocaloric. Peneliti dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) telah menciptakan refrigeran solid-state yang dapat bertahan lebih dari 100 juta siklus operasional dalam pengujian. Desain inovatif ini terinspirasi oleh arsitektur berbentuk sarang madu, yang mengatasi dua hambatan utama dalam pendinginan elastocaloric: biaya produksi dan ketahanan mekanis. Struktur ini menggunakan lembaran tipis dari paduan nikel-titanium (NiTi) yang memiliki sifat memory shape, dibentuk menjadi chip berpori dan ditumpuk untuk membentuk unit refrigeran tubular. Dengan estimasi umur lebih dari 10 tahun dalam kondisi pengoperasian yang diuji, temuan ini menawarkan cara baru untuk memproduksi komponen pendinginan elastocaloric dengan skala dan biaya yang lebih sesuai untuk aplikasi komersial.Pendinginan elastocaloric berbeda dari sistem pendingin konvensional yang menggunakan sirkulasi refrigeran dalam siklus kompresi dan evaporasi. Teknologi ini memanfaatkan paduan shape-memory yang mengubah struktur kristal internalnya secara reversibel ketika mengalami stres mekanis. Saat paduan tersebut terkompresi atau ditarik, proses ini menciptakan pendinginan tanpa harus mengandalkan refrigeran tradisional yang sering kali berkontribusi terhadap pemanasan global jika terlepas ke atmosfer.Meskipun kemajuan ini menjanjikan, tantangan masih ada dalam penerapan teknologi ini secara luas. Ada kekhawatiran mengenai ketersediaan bahan baku dan proses produksi komersial yang dapat diaplikasikan secara efisien di industri. Keseluruhan proses perlu divalidasi dalam konteks skala besar agar dapat diimplementasikan pada sistem pendingin yang lebih umum, seperti AC dan kulkas yang digunakan di rumah tangga.Perkembangan ini memiliki potensi yang signifikan bagi generasi muda Indonesia. Dengan teknologi pendinginan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, industri bisa mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan, yang sangat relevan di tengah upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Dalam skala yang lebih besar, ini bisa mendorong peningkatan lapangan kerja yang berkaitan dengan teknologi pendinginan dan rekayasa material, menciptakan peluang bagi fresh graduate untuk bergabung dengan sektor yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan. Dengan meningkatnya fokus pada teknologi hijau di Indonesia, lulusan yang memiliki pengetahuan di bidang ini akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar tenaga kerja masa depan.
Pendinginan elastocaloric adalah teknologi yang memanfaatkan paduan metal yang dapat kembali ke bentuk semula setelah dikenakan tekanan. Berbeda dengan pendinginan tradisional yang menggunakan refrigeran berbahaya bagi lingkungan, teknologi ini menawarkan cara yang lebih aman dengan efisiensi energi yang lebih baik. Kesalahpahaman umum tentang pendinginan elastocaloric adalah dianggap tidak praktis untuk produksi massal, tetapi dengan kemajuan terbaru, tantangan biaya dan ketahanan telah teratasi, membuka jalan untuk adopsi luas dalam industri.
Secara keseluruhan, pengembangan struktur refrigeran yang murah dan tahan lama ini tidak hanya memberikan harapan untuk pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi energi di sektor industri, tetapi juga menandai langkah penting bagi konsumen di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ke depan, dengan dukungan kebijakan dan investasi dalam penelitian dan pengembangan, teknologi ini dapat berperan dalam transisi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 8 Nov 2026, 02.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)