TLDR
Ada lebih dari 100.000 kata dan frasa yang diblokir dari fitur autocomplete di iOS. Daftar kata terlarang mencakup istilah ofensif, politik, dan frasa yang lebih ringan. Kata-kata yang diblokir dapat tetap diketik satu per satu, tetapi tidak muncul sebagai saran teks prediktif. Pomodo.id - Apple baru saja melakukan pembaruan besar pada fitur keyboard di iOS dengan memblokir lebih dari 100.000 kata dan frasa di berbagai bahasa. Peneliti Derik Kauffman menemukan bahwa frasa-frasa ini tidak akan muncul sebagai saran ketika pengguna mengetik dengan cara otomatis ("autocomplete") atau menggunakan metode gesek ("swipe typing"). Meski pengguna masih dapat mengetikkan kata-kata yang terblokir satu huruf pada satu waktu, Apple mengubah beberapa frasa secara otomatis, seperti mengubah "left wing conspiracy" menjadi "left wrong conspiracy". Selain kata-kata yang mengandung unsur ofensif atau terkait dengan seks dan narkoba, daftar tersebut juga mencakup frasa politik sensitif seperti "illegal immigrant", "dictator Trump", serta "covid was a hoax".Walaupun ada upaya untuk menjaga agar saran kata yang muncul di keyboard tidak menyinggung, terdapat beberapa inkonsistensi di dalam daftar kata terblokir tersebut. Contohnya, frasa "bad girl" terblokir sedangkan "bad boy" tidak. Penggunaan teknologi dari OpenAI dan Anthropic mempermudah Kauffman dalam mengakses dan memperkirakan daftar kata ini dari dalam sistem iOS.Dari satu sisi, langkah ini dapat dilihat sebagai upaya Apple untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih positif, menghindari kemungkinan argumen hukum atau masalah yang berkaitan dengan kata-kata yang dianggap sensitif. Namun, di sisi lain, pendekatan ini mengundang kritik karena tidak transparan dan dapat membatasi kebebasan berekspresi. Kekhawatiran ini semakin tajam mengingat sifat politik dan sosial yang sangat beragam di Indonesia, di mana wacana publik sering kali melibatkan istilah yang kini terdaftar di kategori terblokir.Implikasi dari kebijakan ini cukup signifikan bagi anak muda Indonesia. Di tengah berkembangnya penggunaan media digital untuk berdiskusi dan berdebat, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam menyampaikan pandangan mereka secara mendalam dan berdiskusi tentang tema-tema yang menyentuh isu politik yang penting. Jika pengguna tidak dapat dengan mudah mengetik istilah yang relevan, ini bisa mempengaruhi cara orang berbicara dan berinteraksi di platform sosial. Seiring perkembangan teknologi, perlu ada keseimbangan antara menjaga keamanan dan memberikan ruang untuk kebebasan berekspresi.
Data yang terblokir oleh Apple tidak hanya berisi istilah-istilah yang mungkin dianggap ofensif, tetapi juga mencakup banyak frasa politik yang sensitif. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya isu kebebasan berbicara di dunia maya. Dalam konteks ini, penting bagi pengguna muda memahami dampak dari kebijakan ini terhadap komunikasi mereka di platform media sosial.
Beralih ke perspektif masa depan, perkembangan ini dapat membuat anak muda lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata mereka di platform-platform digital. Di saat yang sama, hal ini mungkin mendorong mereka untuk lebih kreatif dalam mengekspresikan diri tanpa harus mengandalkan frasa yang ada dalam daftar terblokir. Seiring dengan berjalannya waktu, penting bagi pemerintah dan perusahaan teknologi untuk mengadaptasi kebijakan yang dapat memperkuat dialog publik yang terbuka dan mendukung pertukaran ide yang sehat di tengah masyarakat yang semakin digital.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 23.08 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)