TLDR
Uji coba menunjukkan bahwa ubin tungsten yang dicetak 3D dapat bertahan dalam kondisi ekstrem di reaktor fusion. Metode pencetakan menggunakan sinar elektron memungkinkan produksi ubin tungsten besar tanpa retakan. Keberhasilan ini menghilangkan bottleneck penting dalam pengembangan energi fusion komersial. Pomodo.id - Ubin tungsten yang dicetak menggunakan teknologi 3D telah terbukti mampu bertahan di dalam reaktor fusi, mengatasi suhu ekstrem dan pelepasan plasma langsung. Selama uji coba di DIII-D National Fusion Facility yang terletak di San Diego, California, ubin-ubin ini berhasil bertahan dari 74 pelepasan plasma langsung dan terpapar antara 1.000.000 hingga 10.000.000 derajat Celsius, lebih panas dari inti matahari. Meski mengalami serangan partikel selama tiga hari di zona exhaust mesin yang dikenal sebagai divertor, ubin-ubin ini tetap utuh. Ini menunjukkan kemampuan tungsten sebagai material untuk reaktor fusi di masa depan, termasuk proyek ITER di Eropa.Tungsten dipilih karena memiliki titik lebur tertinggi dari semua logam, yaitu 3.422°C. Namun, masalah muncul ketika tungsten memburuk di bawah 600°C, menjadikannya rapuh dan mudah pecah. Untuk mengatasi tantangan ini, peneliti menggunakan teknik pemrosesan yang disebut electron-beam powder bed fusion (EB-PBF), di mana sinar elektron yang berkecepatan tinggi digunakan untuk mencetak ubin.Meskipun pencetakan 3D dengan tungsten menggunakan sinar laser sering menghasilkan ubin yang berongga dan memiliki retakan, penggunaan sinar elektron membuka jalan bagi pencetakan tungsten yang lebih kuat dan lebih tahan lama. Penggunaan teknik terbaru ini juga mencerminkan kemajuan teknologi pencetakan 3D yang dapat mengubah cara material digunakan dalam lingkungan kerja ekstrem.
Tungsten adalah elemen kimia yang dikenal dengan ketahanan terhadap suhu tinggi dan kepadatan yang sangat tinggi, menjadikannya pilihan utama dalam aplikasi berteknologi tinggi, termasuk reaktor fusi. Sayangnya, tungsten dapat menjadi rapuh di bawah suhu tertentu. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dalam pencetakan 3D dapat membuat tungsten memiliki sifat mekanis yang sangat baik, memungkinkan penggunaannya dalam teknologi masa depan.
Inovasi ini penting karena dapat membawa perubahan bagi karir dan teknologi di Indonesia. Dengan berkembangnya penelitian tentang material canggih seperti tungsten, para insinyur dan ilmuwan muda di Indonesia bisa terlibat dalam pekerjaan di bidang teknologi energi terbarukan dan material maju. Kedepannya, industri yang berfokus pada energi fusi dan teknologi berkelanjutan berpotensi tumbuh, menciptakan lapangan kerja baru yang membutuhkan keterampilan di teknik material dan teknologi pemrosesan. Jika Indonesia berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, masyarakat muda dapat melihat peluang baru dalam bidang teknologi yang berhubungan dengan energi bersih dan keberlanjutan.Mengetahui bahwa penelitian ini berlangsung di luar negeri, dan terkait dengan teknologi yang berpotensi diadopsi di Indonesia, memberikan gambaran bahwa negara kita bisa ikut serta dalam revolusi energi bersih global. Dengan komitmen untuk mengembangkan pertambangan serta teknologi material, Indonesia dapat berkontribusi terhadap pencapaian target energi berkelanjutan di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 22.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)