TLDR
Personalisasi dalam layanan keuangan harus mencakup aspek keamanan. Infrastruktur data yang sama yang digunakan untuk rekomendasi juga dapat mendeteksi penipuan. Pemisahan antara pengalaman konsumen dan keamanan dapat mengakibatkan kehilangan nilai. Pomodo.id - Di dunia keuangan saat ini, pendekatan personalisasi tidak hanya menjangkau pengalaman pengguna, tetapi juga menyangkut aspek keamanan yang esensial. Jess Turner, salah satu eksekutif di Mastercard, menekankan bahwa saat institusi keuangan membahas personalisasi, fokusnya sering kali hanya pada pengalaman konsumen yang terlihat, seperti rekomendasi yang lebih baik atau aplikasi yang lebih intuitif. Meskipun hal ini penting, itu tidak mencakup keseluruhan cerita. Infrastruktur data yang sama yang mendukung rekomendasi produk yang dipersonalisasi juga dapat mendeteksi transaksi yang mencurigakan. Sinyal perilaku yang dapat menunjukkan bahwa seseorang adalah pengembara yang aktif, dapat pula mengindikasikan jika akun mereka menunjukan pola belanja yang tidak biasa.Penting untuk memahami bahwa personalisasi dan keamanan tidak dapat dipisahkan. Ketika institusi keuangan mengabaikan hubungan antara keduanya, mereka berisiko kehilangan nilai yang signifikan. Misalnya, informasi pengguna yang dikumpulkan untuk memberikan layanan yang lebih baik juga dapat digunakan untuk melindungi pengguna dari penipuan. Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan kedua aspek ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengurangi risiko kerugian finansial.Namun, ada batasan yang perlu diingat. Tidak semua institusi keuangan memiliki akses ke teknologi canggih yang memungkinkan mereka menerapkan metode ini secara efektif. Meskipun banyak perusahaan berusaha meningkatkan konektivitas dan menggunakan data untuk pengalaman yang lebih baik, mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami cara mengubah akses ini menjadi hasil bisnis yang terukur. Beberapa institusi mungkin masih terjebak dalam silos operasional, memisahkan tim yang menangani pengalaman pengguna dan keamanan.Bagi masyarakat Indonesia, terutama para pemuda berusia 18 hingga 30 tahun, implikasi dari perkembangan ini cukup signifikan. Dalam dunia kerja, pemahaman tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan serta pengalaman nasabah menjadi aspek yang semakin penting. Ditambah lagi, pergeseran menuju penggunaan AI dalam keuangan membuat pengetahuan tentang sistem dan data menjadi sangat berharga. Sebagai contoh, dengan pemanfaatan sistem pendeteksian penipuan yang semakin canggih, individu yang terampil dalam analisis data dan keamanan siber akan sangat dibutuhkan di pasar kerja. Ini menciptakan peluang bagi para pencari kerja yang memiliki keahlian dalam teknologi informasi dan keamanan finansial.
Keterkaitan antara Keamanan dan Pengalaman Konsumen
Keterkaitan ini mengacu pada fakta bahwa alat dan teknik yang digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan juga dapat digunakan untuk melindungi mereka dari berbagai risiko, termasuk penipuan. Misalnya, institusi keuangan menggunakan data untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi kepada nasabah mereka, yang juga dapat memberikan sinyal terkait perilaku yang mencurigakan, membantu mendeteksi penipuan sebelum terjadi. Ini adalah contoh bagaimana dua aspek tersebut harus berjalan beriringan untuk menghadirkan nilai lebih bagi konsumen.
Dalam konteks Indonesia, meningkatnya digitalisasi di sektor keuangan menunjukkan bahwa generasi muda harus siap menghadapi perubahan dalam cara mereka berinteraksi dengan layanan keuangan. Hal ini berarti mengadopsi teknologi yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan data mereka. Sebagai gambaran, kerugian akibat fraud di sektor pembayaran diproyeksikan mencapai $33,41 miliar pada tahun 2024, dan dapat meningkat menjadi $41 miliar pada tahun 2030. Angka-angka ini menunjukkan pentingnya mengembangkan dan memahami solusi inovatif dalam menjaga keamanan finansial, yang menjadi tanggung jawab baik dari lembaga keuangan maupun pengguna itu sendiri.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 21.08 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)