TLDR
Underdog mengembangkan model suara kecil yang dapat dijalankan di perangkat lokal tanpa koneksi internet. Model Woof dan Bark menawarkan alternatif untuk menjaga privasi data pengguna dibandingkan dengan layanan berbasis cloud. Sigil Wen memimpin visi untuk model AI yang terbuka dan dapat diakses oleh pengguna dengan menjaga kepemilikan data pribadi. Pomodo.id - Startup Underdog baru-baru ini meluncurkan model AI kecil yang dapat berfungsi tanpa koneksi internet, menjadikannya inovasi menarik di tengah persaingan sengit dalam industri teknologi. Model ini dinamakan Woof, yang hanya berukuran 32MB. Dalam demo ini, pengguna dapat berinteraksi dengan elemen-elemen seperti mesin ketik dan pemutar musik dalam sebuah permainan bertema teknologi retro, sementara model suara ini difungsikan untuk mengeluarkan suara dari apa yang diketik pengguna.Sistem ini menggunakan model pembangkitan suara yang dikembangkan untuk berjalan di berbagai perangkat tanpa koneksi internet, yang memungkinkan pengalaman interaktif meskipun tanpa akses online. Dengan 31 juta parameter, model ini tersedia untuk diunduh oleh siapa saja, memberikan kesempatan bagi individu atau pengembang untuk menciptakan pengalaman pribadi, seperti podcast yang disesuaikan. Ini merupakan langkah penting, mengingat startup lain sering mengandalkan model yang lebih besar yang memerlukan daya pemrosesan yang sangat besar.Namun, model kecil seperti Woof tidak dimaksudkan untuk menggantikan model yang lebih besar yang ada di pasar. Keterbatasan ini menciptakan tantangan dalam hal keandalan dan kualitas suara dibandingkan model yang lebih kompleks dan lebih berat dari segi data. Mesin ketik yang ada dalam permainan memberi gambaran bahwa meskipun teknologi ini menjanjikan, ada elemen nostalgia yang perlu dijaga ketika berhadapan dengan kemajuan digital yang cepat.
Model AI kecil seperti Woof adalah solusi inovatif yang menawarkan pilihan bagi pengguna yang ingin berinteraksi dengan teknologi tanpa memerlukan koneksi internet. Meskipun lebih sederhana dibandingkan model besar, kehadiran mereka penting untuk memperluas aksesibilitas teknologi. Dengan mengandalkan penggunaan di perangkat lokal, seperti komputer atau ponsel, startup seperti Underdog menargetkan konsumen yang mungkin tidak memiliki akses stabil ke internet. Mereka memberi peluang baru bagi pengguna di negara-negara dengan infrastruktur internet yang belum sepenuhnya memadai, seperti Indonesia, untuk dapat menikmati manfaat teknologi terbaru.
Inovasi ini berpotensi mengubah cara orang di Indonesia berinteraksi dengan teknologi dan bagaimana mereka menggunakan alat pembelajaran. Dengan meningkatnya penggunaan model-model yang lebih kecil dan lebih terjangkau, ini dapat mendorong pengembangan lokal yang lebih independen. Untuk muda-mudi Indonesia, ini bisa berarti kesempatan untuk belajar keterampilan baru dalam pengembangan AI, meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja teknologi yang semakin ketat. Dengan adopsi teknologi tanpa internet yang lebih luas, masa depan industri AI di Indonesia dapat berkembang lebih cepat, membuka jalan bagi lebih banyak inovasi dan penerapan teknologi di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 21.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)