TLDR
iPhone Duo memiliki desain premium tetapi berat dan sulit digunakan dengan satu tangan. Optimasi perangkat lunak pada iOS masih kurang dibandingkan Android, menyebabkan pengalaman penggunaan yang kurang maksimal. Multitasking di iPhone Duo terbatas jika dibandingkan dengan kompetitor Android, membatasi fleksibilitas penggunaan. Pomodo.id - iPhone Duo, smartphone foldable pertama dari Apple, telah menarik perhatian banyak orang setelah peluncurannya pada tahun 2026. Meskipun perangkat ini memiliki desain yang menarik dan build quality yang sangat baik, ada beberapa keluhan dari penggunanya, terutama terkait dengan perangkat lunaknya yang masih kalah bersaing dibandingkan dengan ponsel foldable Android lainnya seperti Samsung Galaxy Z Fold 8.Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ukuran layar cover iPhone Duo yang dianggap terlalu kecil. Pengguna melaporkan bahwa aplikasi-aplikasi yang pada perangkat Android seperti Galaxy Z Fold 8 terasa nyaman, menjadi sempit dan terbatasi pada layar cover iPhone Duo. Ini terjadi karena bagian layar samping kanan yang tidak digunakan dengan efektif oleh sebagian besar aplikasi, sehingga mengurangi ruang layar yang tersedia. Meskipun iPhone Duo menarik dari sisi hardware dan memiliki performa yang memuaskan, perangkat lunaknya belum cukup optimal dalam mendukung pengalaman pengguna foldable yang diharapkan.Namun, iPhone Duo memiliki keunggulan dalam hal desain dan material. Dengan bodi melengkung dan lapisan Ceramic Shield, ponsel ini memberikan kesan premium yang sebanding dengan harga sekitar $1,999 (sekitar Rp29 juta). Hinge-nya pun dirancang dengan sangat baik, memberikan pengalaman buka tutup yang halus. Meskipun begitu, bobot iPhone Duo yang lebih berat dibandingkan dengan beberapa perangkat foldable lainnya menjadi salah satu kelemahannya, yang dapat mengurangi kenyamanan pengguna saat menggunakannya dalam jangka waktu lama.
Layar foldable merupakan teknologi yang memungkinkan perangkat seperti smartphone untuk memiliki layar yang dapat dilipat. Ini memungkinkan desain yang lebih kompak sambil tetap menyediakan ukuran layar yang lebih besar. Meskipun layar foldable memberikan fitur portabilitas yang menarik, pengguna sering kali menghadapi tantangan seperti ketahanan dan masalah perangkat lunak yang tidak sepenuhnya dioptimalkan. Dalam konteks Indonesia, potensi pasar untuk smartphone foldable ini sangat besar, terutama di kalangan generasi muda yang mencari perangkat dengan inovasi terbaru.
Bagi pengguna di Indonesia yang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam iPhone Duo, penting untuk menyadari bahwa meskipun smartphone ini menawarkan desain yang premium dan teknologi canggih, belum ada jaminan bahwa perangkat lunaknya akan memberikan pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan pilihan android yang ada. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin perlu menunggu lebih lama untuk iPhone Duo untuk memperbaiki masalah perangkat lunak sebelum memutuskan untuk membeli.Pergeseran menuju smartphone foldable seperti iPhone Duo menunjukkan sebuah perubahan dalam kecenderungan teknologi. Bagi para mahasiswa atau para profesional muda yang berniat memasuki dunia kerja di sektor teknologi, pemahaman tentang perangkat ini dan teknologi di belakangnya menjadi semakin penting. Keberadaan ponsel foldable dapat memberikan dasar untuk perangkat masa depan dan menandakan bagaimana perangkat teknologi dapat terus berkembang dengan kebutuhan pengguna yang terus berubah.Secara keseluruhan, meskipun Apple berhasil membuat gebrakan dengan iPhone Duo, tantangan untuk menyempurnakan perangkat lunak yang mendukung pengalaman foldable yang optimal masih harus dihadapi. Ini menjadikan iPhone Duo menarik secara fisik, tetapi dengan pertimbangan yang matang sebelum membuat keputusan pembelian.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 20.08 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)