TLDR
Zipline telah mengumpulkan dana sebesar $1,5 miliar untuk memperluas jaringan pengiriman drone di AS. Kerja sama baru antara Zipline dan Walmart akan menambah 300 lokasi pengiriman drone di seluruh AS. Zipline kini memiliki nilai perusahaan sebesar $21,5 miliar dan telah memperluas layanannya ke berbagai produk. Pomodo.id - Zipline baru saja mengumpulkan dana sebesar $1,5 miliar dan memperluas kemitraan dengan Walmart, sebuah langkah yang mengangkat profil dan nilai perusahaan pengiriman drone ini. Kemitraan baru antara Zipline dan Walmart menetapkan kesepakatan multi-tahun untuk menambah 300 lokasi pengiriman drone di Amerika Serikat, meningkat signifikan dari 21 lokasi pengiriman saat ini. Dengan dana terbaru ini, perusahaan yang telah diakui untuk jaringan pengiriman otomatisnya kini bernilai $21,5 miliar.Peningkatan pendanaan ini dipimpin oleh sejumlah investor terkemuka, termasuk Paradigm, WCM Investment Management, dan Layer Global, serta diikuti oleh perusahaan-perusahaan seperti Uber dan J.P. Morgan. Zipline berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas fasilitas produksi di AS dan merekrut lebih banyak pekerja, sehingga membangun jaringan pengiriman drone yang lebih luas. Didirikan pada tahun 2014, Zipline pertama kali dikenal di Afrika, dengan misi mengirimkan darah di Rwanda dan kemudian memperluas operasinya ke Ghana dan Nigeria, sebelum melakukan peluncuran pertama di AS pada tahun 2020.Namun, meskipun ada peningkatan dana dan ekspansi besar-besaran, terdapat tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini di berbagai pasar. Sebagai contoh, meskipun Zipline telah sukses di negara-negara Afrika dan mulai menemukan pijakan di AS, model bisnisnya perlu disesuaikan dengan regulasi dan kebutuhan lokal di wilayah yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pengiriman otomatis seperti drone tidak selalu berjalan mulus di setiap negara.Impikasi dari pengembangan ini cukup besar bagi pembaca muda di Indonesia. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi drone dan investasi dalam sistem logistik yang efisien di negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat, ini menjadi indikasi bahwa peluang serupa dapat muncul di Indonesia. Hingga saat ini, banyak perusahaan, termasuk dalam sektor logistik dan kesehatan, mulai melihat potensi teknologi pengiriman berbasis drone, yang bisa mengubah cara barang dan layanan didistribusikan. Ini juga menandakan adanya potensi kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil di bidang teknologi dan logistik di masa depan.
Zipline adalah perusahaan yang mengembangkan ekosistem pengiriman drone otomatis, yang mencakup pesawat, sistem peluncuran, serta perangkat lunak logistik. Mereka pertama kali dikenal dengan mengirimkan darah dan persediaan medis menggunakan drone di Afrika. Teknologi ini penting karena dapat mempercepat proses pengiriman barang, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Terdapat anggapan keliru bahwa teknologi drone hanya digunakan dalam konteks militer atau untuk pengiriman barang komersial saja, padahal penggunaannya juga sangat berguna dalam bidang kemanusiaan dan layanan kesehatan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri drone sedang berkembang, dan Indonesia memiliki kesempatan untuk memanfaatkan teknologi ini dalam memperbaiki sistem distribusi barang di seluruh negeri. Seiring meningkatnya investasi di bidang ini, ada peluang bagi generasi muda Indonesia untuk menemukan karir atau berinvestasi di sektor teknologi yang sedang tumbuh ini. Dengan informasi dan teknologi yang terus berkembang, langkah Zipline dengan Walmart dapat menjadi pertanda baik untuk inovasi di Indonesia, yang diharapkan dapat membuat proses logistik menjadi lebih efisien dan menjangkau lebih banyak orang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 00.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)