TLDR
Kebijakan fleksibel di universitas sering kali memperkuat peran gender dalam parenting, dengan wanita mengambil lebih banyak tanggung jawab. Persepsi bahwa wanita lebih fleksibel membuat mereka dianggap kurang komitmen terhadap pekerjaan setelah menjadi orang tua. Selama pandemi COVID-19, banyak pasangan menemukan cara lebih egaliter dalam membagi tanggung jawab parenting. Pomodo.id - Kebijakan kerja fleksibel yang diterapkan di universitas-universitas sering kali menciptakan beban yang lebih besar bagi perempuan yang menjadi orang tua. Meskipun kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah kombinasi antara pekerjaan dan pengasuhan, penelitian menunjukkan bahwa hasilnya malah dapat memperkuat peran gender dalam pengasuhan anak. Penelitian yang dilakukan oleh Cassidy Sugimoto dari Carnegie Mellon University dan timnya mengungkapkan bahwa di lingkungan akademis, perempuan lebih sering berperan sebagai pengasuh utama dibandingkan dengan rekan pria mereka.Lebih dari 10.000 akademisi yang juga orang tua berpartisipasi dalam survei yang menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengambil tanggung jawab lebih besar dalam pengasuhan anak. Bahkan ketika pengasuhan dibagi, perempuan sering kali tetap melakukan sebagian besar pekerjaan terkait pengasuhan. Dalam banyak kasus, meskipun mereka memiliki pasangan akademis atau anggota keluarga yang terlibat, fakta menunjukkan bahwa perempuan berada dalam posisi yang tidak seimbang dalam hal tanggung jawab pengasuhan. Satu-satunya tugas yang dikerjakan lebih banyak oleh pria adalah dalam hal keuangan, tetapi ini tidak mengimbangi beban pengasuhan yang mengalami peningkatan bagi perempuan.Hal ini menjadi masalah ketika kita melihat bahwa di lingkungan akademis, kebijakan yang ada tampaknya tidak memadai untuk mendukung keseimbangan pengasuhan anak. Dalam banyak situasi, stereotip gender yang ada tidak hanya bertahan, tetapi bahkan diperkuat oleh kebijakan yang dianggap fleksibel ini. Meskipun universitas memiliki berbagai program dan kebijakan untuk mendukung keterlibatan perempuan, hasil survei menunjukkan bahwa perempuan masih menanggung beban pengasuhan yang lebih berat. Ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan kini lebih terlibat dalam berbagai bidang akademis, mereka sering kali dibiarkan untuk menangani masalah pengasuhan anak yang bisa menghambat produktivitas mereka.Implementasi kebijakan kerja fleksibel di universitas seharusnya mendukung kemajuan perempuan dalam karir akademis. Namun, jika hal itu malah menambah beban pengasuhan yang ditanggung perempuan, maka inisiatif tersebut memiliki dampak yang kontraproduktif. Diperlukan perubahan yang lebih dalam dalam cara kita memahami dan mendukung peran perempuan, bukan hanya sekadar menciptakan kebijakan, tetapi juga menciptakan budaya yang mengakui dan membagi tanggung jawab pengasuhan secara lebih adil.
Kebijakan kerja fleksibel di universitas dirancang untuk memberikan kesempatan bagi orang tua, tetapi dapat memperkuat peran tradisional perempuan dalam pengasuhan. Banyak yang menganggap bahwa fleksibilitas akan menguntungkan semua orang, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal ini justru menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih sulit, memperburuk keseimbangan antara kerja dan hidup. Dalam konteks Indonesia, tempat di mana perempuan sering kali memiliki banyak tanggung jawab di rumah, pemahaman yang lebih baik tentang kebijakan ini penting untuk menghindari kekurangan dukungan bagi mereka di lingkungan akademis.
Bagi mahasiswa, fresh graduate, dan karier muda di Indonesia, hasil penelitian ini memberikan wawasan penting tentang tantangan yang mungkin dihadapi perempuan di dunia kerja. Banyak perusahaan dapat belajar dari hasil survei ini untuk menciptakan kebijakan yang lebih berimbang, yang tidak hanya membantu dalam pengasuhan tetapi juga meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Dengan memahami bahwa peran gender masih memengaruhi kehidupan profesional, ada peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembuatan kebijakan yang lebih inklusif dan adil, menguntungkan tidak hanya perempuan tetapi juga semua anggota tim di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 20.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)