TLDR
Iradiasi dapat meningkatkan sifat kelistrikan silikon dioksida untuk aplikasi semikonduktor. Penelitian ini membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam industri teknologi dan energi terbarukan. Pengembangan bahan semikonduktor yang lebih efisien berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Pomodo.id - Peneliti dari Politeknik Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengubah sifat kelistrikan silikon dioksida (SiO2) dengan teknik iradiasi yang menghasilkan arus bocor mencapai 23-27 nanoampere (nA) pada dosis gamma sebanyak 20 kiloGray (kGy). Penelitian ini mengindikasikan bahwa pengolahan bahan semikonduktor dapat dilakukan dengan cara yang lebih inovatif, memberikan dampak positif dalam pengembangan teknologi kelistrikan.Dalam penelitian ini, iradiasi digunakan sebagai metode untuk meningkatkan sifat kelistrikan SiO2. Arus bocor yang diukur, yaitu 23-27 nA, menunjukkan seberapa baik SiO2 dapat menghantarkan listrik, yang merupakan faktor penting dalam aplikasi elektronik dan semikonduktor. Dosis gamma yang digunakan sebanyak 20 kGy berfungsi untuk memodifikasi struktur dan karakteristik listrik dari SiO2, yang dapat berpotensi meningkatkan efisiensi perangkat elektronik seperti transistor dan kapasitor yang banyak digunakan dalam industri teknologi.Namun, penelitian ini tidak tanpa batasan. Meski arus bocor yang dihasilkan cukup rendah, perubahan sifat kelistrikan ini masih perlu dianalisis lebih dalam untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kestabilan dan efektivitas SiO2 dalam aplikasi nyata. Saat ini, para peneliti masih mencari cara untuk mengoptimalkan proses iradiasi agar dapat memproduksi bahan semikonduktor yang lebih efisien dan relevan untuk penggunaan di lingkungan industri.
Silikon dioksida (SiO2) adalah senyawa kimia yang umum ditemukan dalam alam, terutama dalam pasir. Di dunia teknologi, SiO2 digunakan sebagai bahan dielektrik dalam perangkat elektronik dan semikonduktor, yang sangat penting untuk menyimpan dan mengelola arus listrik. Sering kali, orang menganggap semua silikon dioksida bersifat konduktif, padahal sifat kelistrikannya dapat dimodifikasi melalui iradiasi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini. Ini menegaskan pentingnya riset berkelanjutan dalam mengubah karakteristik material untuk meningkatkan teknologi.
Perkembangan ini menggambarkan peluang bagi para generasi muda di Indonesia untuk terlibat dalam industri teknologi dan energi terbarukan. Dengan semakin berkembangnya penelitian dan pengembangan dalam bidang semikonduktor, kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil di bidang teknik dan ilmu pengetahuan juga meningkat. Para lulusan diharapkan untuk memiliki keterampilan dalam penelitian terkait material, kelistrikan, dan teknologi nuklir, yang menjadi semakin relevan seiring dengan visi Indonesia untuk meningkatkan mandiri energi dan pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.Kedepannya, penelitian dan inovasi di bidang teknologi semikonduktor akan membawa dampak signifikan dalam perekonomian Indonesia. Jika Indonesia mampu memproduksi bahan semikonduktor yang lebih efisien, potensi untuk meningkatkan daya saing di pasar global juga akan meningkat. Ini berarti bahwa generasi muda kini memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam dunia teknologi yang tengah berkembang pesat, baik dalam hal menciptakan lapangan kerja baru maupun meningkatkan kualitas produk teknologi di dalam negeri.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 07.47 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)