TLDR
Proyek solar agrivoltaik di Illinois akan mengizinkan produksi hay sambil menghasilkan listrik terbarukan. Penduduk dan bisnis di Paxton diharapkan dapat menghemat sekitar 10% dari tagihan listrik mereka. Proyek ini akan memberikan manfaat keuangan jangka panjang bagi kota Paxton tanpa membebani infrastruktur lokal. Pomodo.id - Proyek solar agrivoltaik yang berkapasitas 4,95 megawatt (MW) baru saja mendapatkan persetujuan di Illinois, Amerika Serikat. Proyek ini akan dikembangkan sebagai fasilitas solar komunitas yang memungkinkan lahan pertanian untuk tetap digunakan menghasilkan hay sambil menghasilkan listrik terbarukan. Dewan Kota Paxton telah menyetujui kesepakatan untuk menggabungkan lahan tersebut menjadi bagian dari kota, yang akan membantu meningkatkan pendapatan pajak properti lokal.Salah satu aspek menarik dari proyek ini adalah desainnya yang agrivoltaik. Sistem agrivoltaik memadukan penggunaan lahan untuk menghasilkan pangan dan energi secara bersamaan, dengan tanaman tumbuh di bawah panel surya. Dalam hal ini, proyek ini akan menggunakan sekitar 30 acre (sekitar 12,14 hektar) lahan pertanian yang disewa, tetapi tetap menjaga produksi hay selama masa operasionalnya. Panel surya yang digunakan adalah tipe tracker satu sumbu, yang dapat berputar mengikuti arah sinar matahari, yang membantu meningkatkan jumlah listrik yang dihasilkan dibandingkan dengan panel yang dipasang tetap. Di bawah panel ini, alat pertanian seperti pemotong hay masih dapat digunakan, karena tinggi panel dapat mencapai 12 kaki (3,7 meter).Namun, meskipun terdapat banyak manfaat, ada batasan atau tantangan yang mungkin timbul. Proyek ini masih tergantung pada dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat sekitar untuk mengadopsi teknologi baru serta membangun kesadaran tentang manfaat agrivoltaik. Selain itu, potensi hasil produksi hay mungkin akan terpengaruh oleh cuaca dan variabel lainnya, yang bisa menambah kompleksitas dalam perencanaan pertanian.Bagi pembaca muda di Indonesia, terutama yang berfokus dalam bidang energi dan pertanian, perkembangan ini membuka peluang baru dalam karir dan investasi. Mereka bisa belajar tentang model bisnis baru yang mengintegrasikan energi terbarukan dengan praktek pertanian yang berkelanjutan. Jika praktik yang sama diterapkan di Indonesia, terdapat potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Selain itu, dengan desain yang memanfaatkan lahan secara efisien seperti ini, pertanian di Indonesia dapat beradaptasi dengan perubahan iklim dan memastikan ketahanan pangan.
Agrivoltaik adalah sistem yang memungkinkan penggunaan lahan untuk menghasilkan pangan dan energi secara bersamaan. Ini penting karena dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan meminimalkan konflik antara produksi pangan dan energi. Di Indonesia, dengan banyaknya lahan pertanian dan pertumbuhan kebutuhan energi, model ini dapat membantu memecahkan tantangan ketahanan pangan dan energi secara bersamaan.
Proyek ini menunjukkan potensi nyata untuk meningkatkan perekonomian lokal di Paxton dengan memberikan penghematan sekitar 10% pada tagihan listrik bagi penduduk, bisnis, dan lembaga publik yang berpartisipasi dalam proyek solar tersebut. Bagi generasi muda di Indonesia, melihat ke depan, pengembangan teknologi seperti agrivoltaik memerlukan keterampilan baru dan pengetahuan tentang energi terbarukan, yang semakin penting untuk masa depan keberlanjutan. Jelas bahwa pergeseran menuju energi terbarukan bukan hanya tentang menghadapi tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk di tanah air kita.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 06.01 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)