TLDR
Investasi dalam AI untuk pengalaman pelanggan meningkat, tetapi tantangan integrasi data tetap ada. Hanya 7% perusahaan yang merasa data mereka siap untuk AI, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk perbaikan infrastruktur data. Pengeluaran untuk AI meningkat jauh lebih cepat dibandingkan anggaran keseluruhan, menciptakan ketidaksesuaian antara investasi dan hasil. Pomodo.id - Investasi yang besar dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman pelanggan ternyata belum membuahkan hasil yang optimal. Banyak perusahaan telah menaikkan pengeluaran mereka untuk AI hingga 38%, sementara anggaran keseluruhan mereka hanya meningkat sebesar 2%. Meskipun demikian, hanya 7% perusahaan yang merasa bahwa data mereka sepenuhnya siap untuk diterapkan dalam AI. Sebagian besar, sebesar 56%, mengidentifikasi data yang terjebak dalam silo dan kesulitan dalam mengintegrasi sumber data sebagai rintangan utama. Dengan lebih dari dua dekade pengalaman dalam mendesain sistem dan platform pengalaman pelanggan di operator telekomunikasi, angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun investasi dalam lapisan kecerdasan meningkat, infrastruktur yang mendasarinya tidak dalam kondisi yang memadai.
Pentingnya Infrastruktur Data
Infrastruktur data adalah fondasi yang penting untuk menerapkan solusi AI secara efektif. Ketika perusahaan fokus untuk berinvestasi dalam lapisan kecerdasan tanpa memperbaiki sistem yang mendukungnya, mereka berisiko mengeluarkan dana dan waktu tanpa hasil yang signifikan. Untuk membuat AI bekerja dengan baik, penting bagi data dari berbagai sumber dapat diakses dan diintegrasikan secara lancar. Mengabaikan this issue dapat membuat perusahaan tidak mampu memanfaatkan potensi penuh dari teknologi AI yang sudah ada.
Kontradiksi dalam situasi ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan menghabiskan banyak uang untuk teknologi, mereka tetap menghadapi sejumlah masalah. Banyak yang tidak memiliki pondasi yang kuat untuk mendukung penggunaan AI. Hal ini menciptakan kesenjangan antara harapan dan realitas, di mana perusahaan berisiko mengeluarkan anggaran besar tanpa mampu memaksimalkan manfaat yang seharusnya mereka dapatkan dari investasi tersebut.Ini memiliki implikasi yang signifikan bagi generasi muda di Indonesia, terutama mereka yang baru memulai karier di bidang teknologi dan data. Dengan meningkatnya investasi dalam AI, ada permintaan untuk pekerja yang memiliki keahlian dalam bagaimana memungkinkan integrasi data yang baik dan pemahaman sistem yang mendasarinya. Artinya, untuk tetap kompetitif, mereka perlu menguasai keterampilan di bidang analisis data dan pengembangan infrastruktur teknologi yang dapat mendukung penerapan AI.Keadaan ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam industri teknologi di Indonesia, di mana konsentrasi investasi saat ini mungkin tidak didukung oleh persiapan yang memadai dalam hal infrastruktur dan keterampilan. Kenaikan pengeluaran untuk AI yang diiringi dengan kurangnya kesiapan data menunjukkan bahwa tantangan ini perlu diatasi untuk memastikan bahwa Indonesia dapat bersaing dalam era kecerdasan buatan. Dengan potensi pasar AI yang diperkirakan mencapai Rp100 triliun pada tahun 2030, sangat penting bagi generasi muda untuk berinvestasi dalam keterampilan yang relevan agar dapat berkontribusi dan mengambil manfaat dari tren ini.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)