TLDR
Sam Altman menginginkan peningkatan produksi RAM untuk memenuhi kebutuhan komputer. Kekurangan RAM disebabkan oleh permintaan tinggi dari pusat data AI. Intel dan SK Hynix memperkirakan kekurangan RAM akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Pomodo.id - Sam Altman, CEO OpenAI, baru-baru ini menyampaikan dukungannya untuk meningkatkan produksi RAM di tengah krisis pasokan global yang mengganggu banyak sektor teknologi. Dalam sebuah diskusi pada malam pemilihan di podcast Cheeky Pint, Altman menyatakan bahwa sangat tidak efisien bagi banyak individu untuk memiliki RAM yang hanya digunakan lima persen dari waktu di komputer pribadi mereka. Sebaliknya, ia mendorong agar lebih banyak memori digunakan secara maksimal di pusat data, di mana ia diperlukan untuk mendukung aplikasi kecerdasan buatan (AI).Data menunjukkan bahwa kekurangan RAM saat ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari pusat data AI, yang dengan cepat menyerap pasokan RAM global. Hal ini berkontribusi terhadap kenaikan harga teknologi, termasuk laptop dan ponsel, membuat produk-produk tersebut semakin mahal. Menurut perkiraan Intel, kekurangan ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan, bahkan SK Hynix memperkirakan bahwa kondisi ini bisa berlangsung sampai 2030.Walaupun Altman menyerukan peningkatan produksi RAM, terdapat tantangan yang signifikan. Banyak perusahaan telah mengikat kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan cloud, yang telah mengamankan sebagian besar output RAM dunia untuk beberapa tahun ke depan. Ini membuat sulit bagi sektor lain, termasuk perangkat konsumen seperti PC, untuk mendapatkan pasokan memori yang cukup. Dengan harga teknologi yang semakin melonjak, hal ini menciptakan kesenjangan antara permintaan konsumen biasa dan apa yang tersedia di pasar.
RAM atau Random Access Memory adalah jenis memori komputer yang digunakan untuk menyimpan data sementara, memungkinkan akses cepat. Dalam konteks AI, RAM dibutuhkan dalam jumlah besar untuk dapat menjalankan model-model yang kompleks secara efektif. Tingginya permintaan RAM di pusat data AI menyebabkan pasokan di pasar menipis, yang mengakibatkan produk lain menjadi lebih mahal. Banyak masyarakat menganggap mempunyai RAM di PC adalah hal yang penting, tetapi menurut Altman, penyimpanan memori di pusat data jauh lebih efisien.
Perkembangan di sektor RAM ini berimplikasi bagi kaum muda di Indonesia, terutama mereka yang berencana untuk memasuki dunia teknologi. Kenaikan harga perangkat teknologi dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk membeli gadget dengan spesifikasi tinggi yang diperlukan untuk kegiatan belajar atau bekerja. Selain itu, dengan adanya krisis pasokan ini, peluang bagi profesional yang berfokus pada industri teknologi informasi dan pengembangan AI mungkin akan meningkat. Namun, mereka juga harus menyadari bahwa persaingan semakin ketat, baik untuk mendapatkan pendidikan di bidang ini maupun dalam hal perekrutan tenaga ahli.Kondisi ini juga menggambarkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mendukung perkembangan teknologi lokal. Meskipun ada upaya untuk meningkatkan kapasitas pusat data, akses terhadap teknologi canggih, termasuk RAM berkapasitas tinggi, mungkin akan terbatas karena ketergantungan pada pasar global yang berfluktuasi. Situasi ini mengharuskan para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan pasokan yang berdampak pada kisaran harga teknologi yang penting bagi kehidupan sehari-hari.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 23.16 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)