TLDR
Rusia telah berhasil merakit kereta penumpang berbasis hidrogen pertama yang dapat menempuh jarak jauh. Kereta ini akan beroperasi di Sakhalin dan diharapkan dapat menggantikan lokomotif diesel yang mencemari lingkungan. Pengujian dan sertifikasi kereta ini dijadwalkan akan dilakukan sebelum memasuki layanan komersial pada akhir tahun 2027. Pomodo.id - Rusia sedang beralih ke alternatif yang lebih bersih untuk sistem kereta apinya yang saat ini bergantung pada mesin diesel yang mencemari. Pada tanggal 28 Oktober, Moscow mengumumkan bahwa kereta penumpang bertenaga hidrogen pertama yang dirakit di Rusia, yang mampu menempuh jarak lebih dari 700 km hanya dengan hidrogen dan sampai 740 km dengan dukungan baterai, telah berhasil dirakit di pabrik di Demikhovo. Kereta ini direncanakan akan beroperasi di Sakhalin, sebuah pulau Rusia di Samudera Pasifik, utara Jepang. Kereta yang dirakit ini dirancang untuk jalur kereta yang tidak memiliki listrik dan merupakan model kereta penumpang lantai rendah pertama yang dibangun di Rusia menggunakan sel bahan bakar hidrogen.Kereta ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih bersih dibandingkan lokomotif bertenaga diesel yang menghasilkan campuran polutan toksik selama proses pembakaran. Sistem tenaga hidrogen pada kereta ini akan mengeluarkan uap air, bukan emisi gas buang yang diproduksi oleh mesin diesel. Kereta hidrogen antarkota ini sedang dirancang dan dibangun oleh Transmashholding (TMH), salah satu produsen terbesar Rusia untuk peralatan angkutan kereta api dan transportasi perkotaan. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Kereta Api Rusia, Rosatom, dan pemerintah daerah Sakhalin dalam pengembangan kereta bertenaga hidrogen berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2019. Proyek kereta bertenaga hidrogen pertama di Rusia ini telah berjalan selama beberapa tahun, dan fase perakitan dijadwalkan selesai tahun ini.
Hidrogen adalah elemen yang paling sederhana dan melimpah di alam semesta, menyumbang sekitar 75 persen dari massa totalnya. Dalam konteks transportasi, hidrogen digunakan sebagai sumber energi yang bersih. Selama reaksi di dalam sel bahan bakar, hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan listrik, uap air, dan panas tanpa emisi karbon dioksida yang berbahaya. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat menjanjikan dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari kendaraan bermotor.
Pengembangan ini menunjukkan potensi besar bagi Indonesia dalam mengarah pada transportasi yang lebih bersih di masa depan. Sebagai negara yang saat ini sedang berinovasi dalam sektor transportasi, keberhasilan proyek kereta hidrogen di Rusia bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi serupa di Indonesia. Peralihan menuju kereta bertenaga hidrogen juga menciptakan peluang kerja baru dalam bidang teknik dan manufaktur, serta dalam riset dan pengembangan energi bersih. Dengan mengintegrasikan teknologi ini, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang lebih mencemari.Inisiatif ini memiliki dampak yang signifikan bagi penduduk muda di Indonesia, khususnya dalam cara mereka memandang karir di sektor energi dan transportasi. Munculnya pekerjaan baru di sektor ini akan membutuhkan keahlian dalam teknologi energi terbarukan, yang menjadi penting bagi lulusan perguruan tinggi atau pekerja muda yang ingin memasuki industri yang berkelanjutan. Keberadaan proyek seperti ini membuka pintu bagi kesempatan investasi di teknologi hijau dan perangkat yang lebih ramah lingkungan, di mana pengetahuan tentang sel bahan bakar hidrogen akan menjadi keterampilan berharga di pasar kerja yang semakin berfokus pada keberlanjutan.Dengan langkah maju yang diambil oleh Rusia dalam pengembangan kereta bertenaga hidrogen, ini menunjukkan bahwa masa depan transportasi bersih bukanlah sekadar impian, tetapi sebuah kenyataan yang semakin mendekat. Keberhasilan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan serupa di Indonesia, dimana dampak positifnya mungkin dapat dirasakan dalam waktu dekat.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 23.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)