TLDR
Pertumbuhan pendapatan Google melambat, terutama dalam iklan, meskipun pencarian terus tumbuh. AI Mode menghasilkan pertanyaan tambahan tetapi monetisasi masih lebih rendah dibandingkan pencarian tradisional. Google berinvestasi besar dalam infrastruktur AI tetapi masih harus membuktikan efektivitas iklan dalam lingkungan baru ini. Pomodo.id - Google menghadapi tantangan baru karena pertumbuhan pendapatan iklan AI tidak sesuai harapan, meskipun jumlah pencarian meningkat pesat. Laporan kuartalan terbaru yang dikeluarkan oleh induk perusahaan Google, Alphabet, menunjukkan bahwa pendapatan dari iklan pencarian tumbuh hanya 12 persen tahun ke tahun pada kuartal ketiga, turun dari 17 persen pada kuartal sebelumnya. Meskipun Google mencatatkan pendapatan sebesar $127,6 miliar yang tumbuh 25 persen dari tahun lalu, laju pertumbuhan iklan berbayar juga mengalami penurunan dari 13 persen menjadi 8 persen, yang menandakan adanya masalah di pasar iklan.Dengan total pengeluaran yang diperkirakan mencapai $200 miliar tahun ini untuk infrastruktur, terutama untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI), penurunan pertumbuhan ini menjadi perhatian besar bagi para investor. Saham Alphabet turun sekitar 14 persen setelah pengumuman tersebut, menunjukkan bahwa investor mulai meragukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari investasi besar mereka di sektor AI. Philipp Schindler, Chief Business Officer Google, mengungkapkan bahwa pergeseran dari model pencarian tradisional ke dalam Mode AI berkontribusi pada penurunan pendapatan ini, meskipun pencarian dalam mode AI terus meningkat.Salah satu masalah yang dihadapi adalah monetisasi yang lebih rendah dari pencarian dalam Mode AI dibandingkan pencarian tradisional. Meskipun Google mengklaim memiliki hasil awal yang menjanjikan dari format iklan baru, masih belum ada kepastian apakah ini mencerminkan peluncuran iklan yang disengaja atau ada masalah yang lebih mendasar terkait iklan dalam pencarian AI.
Pemasaran AI adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat dan mengoptimalkan iklan. Dalam konteks Google, ini mencakup penempatan iklan yang lebih relevan dan menarik dalam hasil pencarian berbasis AI. Penting untuk dipahami bahwa meskipun AI dapat mempopulerkan metode baru dalam periklanan, keberhasilan tetap bergantung pada kemampuan untuk menarik perhatian pengguna dan menghasilkan pendapatan yang memadai. Terdapat kesalahpahaman umum bahwa semua iklan berbasis AI lebih menguntungkan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa dalam fase transisi ini, tidak semua iklan memperoleh pengembalian investasi yang diharapkan.
Bagi pembaca muda di Indonesia, perkembangan ini bisa memengaruhi peluang dan tantangan di sektor teknologi dan pekerjaan mereka. Meskipun investasi besar di sektor AI diharapkan membawa inovasi dan peningkatan dalam alat yang mereka gunakan, hasil yang lambat dalam monetisasi menunjukkan bahwa tidak semua inovasi akan segera membawa keuntungan finansial. Para profesional muda di bidang pemasaran dan teknologi perlu membekali diri dengan keterampilan yang relevan untuk beradaptasi dengan perubahan ini, terutama yang berhubungan dengan kecerdasan buatan dan pemasaran digital.Perubahan dalam cara Google mencari dan memasang iklan akan memiliki dampak signifikan di masa depan, termasuk dalam cara bisnis di Indonesia mengiklankan produk dan layanan mereka. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke iklan berbasis AI, ada kemungkinan bahwa pekerjaan di bidang pemasaran digital dan analisis data akan semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, mempelajari bagaimana cara menganalisis dan memanfaatkan iklan digital akan menjadi keterampilan yang semakin relevan untuk generasi muda di Indonesia, terutama dalam menavigasi lanskap kerja yang terus berubah dengan inovasi teknologi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 20.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)