TLDR
Penelitian baru menunjukkan kemungkinan lubang hitam terbelah menjadi dua jika berputar cepat. Pemisahan lubang hitam berhubungan dengan entropi dan perilaku ekstrem objek kosmik. Keterlibatan dalam studi fisika dan astronomi dapat membuka peluang karir dan kolaborasi internasional bagi mahasiswa di Indonesia. Pomodo.id - Lubang hitam dikenal suka "bergabung", bukan "membelah diri". Kini empat fisikawan teoretis menghitung kapan aturan itu bisa dilanggar. Hasilnya: dalam teori gravitasi Einstein, sebuah lubang hitam hampir mustahil terbelah dua, kecuali mungkin jika ia berputar mendekati laju putaran maksimumnya.TL;DR: Lubang hitam yang diam tidak bisa terbelah karena entropinya akan turun. Putaran yang sangat cepat membuka celah kecil, tetapi syarat agar dua pecahannya bisa saling menjauh hampir menutup celah itu lagi. Ini murni hasil perhitungan; belum ada pengamatan lubang hitam yang terbelah.Studi berjudul "When Black Holes Admit Pair-of-Pants Topologies" terbit di jurnal Physical Review D (vol. 114, no. 8) pada 22 Oktober 2026. Penulisnya Giacomo Cacciapaglia dari CNRS dan Sorbonne Université di Paris, serta Manuel Del Piano, Francesco Sannino, dan Vania Vellucci dari Quantum Field Theory Center, University of Southern Denmark (SDU). Sannino, yang memimpin pusat riset tersebut, juga profesor fisika di Universitas Napoli Federico II. SDU merilis kabar ini pada 21 Oktober 2026, dan ScienceDaily memuatnya ulang pada 2 November 2026.
Entropi adalah ukuran ketidakteraturan suatu sistem, dan menurut hukum kedua termodinamika, entropi total cenderung tidak berkurang. Pada lubang hitam, entropi sebanding dengan luas horizon peristiwa, yaitu batas yang tak bisa dilewati cahaya sekalipun. Untuk lubang hitam yang tidak berputar, luas horizon naik sebanding dengan kuadrat massanya, sehingga dua lubang hitam kecil selalu punya total entropi lebih rendah daripada satu lubang hitam besar bermassa sama.
Karena itulah lubang hitam yang tidak berputar (disebut lubang hitam Schwarzschild) tidak bisa terbelah: pembelahan akan menurunkan total entropi, sesuatu yang dilarang termodinamika. Pada lubang hitam yang berputar (lubang hitam Kerr), sebagian energi tersimpan dalam putarannya, dan perhitungan tim menunjukkan putaran yang sangat cepat dapat membuka celah sempit untuk pembelahan.Namun, ada syarat kedua. Menurut Sannino, dua lubang hitam hasil pembelahan juga harus bisa saling menjauh, bukan langsung jatuh dan menyatu kembali. Begitu syarat ini dihitung, celah tadi hampir tertutup lagi, kecuali mungkin untuk lubang hitam yang berputar mendekati laju maksimum yang dimungkinkan (kondisi "ekstremal"). Makalah ini tidak menyebut angka ambang putaran yang spesifik.Nama "pair-of-pants" atau "celana" berasal dari bentuk yang akan dilukis horizon peristiwa dalam ruang-waktu jika pembelahan terjadi: satu "pinggang" yang bercabang menjadi dua "kaki", masing-masing satu lubang hitam.Gambarnya berubah dalam teori yang melampaui relativitas umum standar. Jika alam semesta punya lebih dari tiga dimensi ruang, atau jika gravitasi berperilaku sedikit berbeda dari rumusan Einstein, pembelahan bisa justru disukai secara entropi, terutama ketika satu pecahan jauh lebih kecil daripada yang lain. Para peneliti menegaskan bahwa entropi yang naik hanyalah syarat perlu: "boleh terjadi" tidak sama dengan "pasti terjadi", karena belum ada mekanisme fisik konkret yang ditunjukkan.Sannino mengatakan pihaknya belum bisa memberi satu angka peluang pembelahan, karena hal itu bergantung pada perilaku gravitasi di luar teori Einstein yang belum diketahui. Ia memperkirakan lubang hitam primordial, yaitu lubang hitam kecil hipotetis yang mungkin terbentuk sesaat setelah Big Bang, lebih rentan terbelah dibanding lubang hitam astrofisika yang jauh lebih besar.Jika memang terjadi, bukti paling mungkin datang secara tidak langsung. Teleskop sinar gamma seperti Fermi-LAT milik NASA bisa mencari sinyal dari pecahan lubang hitam mungil yang mungkin terbentuk saat dua lubang hitam bergabung. Sampai saat ini, belum ada pengamatan semacam itu.Catatan: studi ini sepenuhnya teoretis dan menguji batas hukum fisika, bukan melaporkan peristiwa yang teramati. Klaim bahwa lubang hitam "bisa" terbelah dalam teori Einstein hanya berlaku untuk kasus ekstrem yang mungkin sangat langka atau bahkan tidak ada di alam.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 11.56 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)